Wakil Rakyat Punya Ruang untuk Bicara di Parlemen

Wakil Ketua I DPRK Bireuen Drs. Muhammad Arif. @Muhajir Juli/aceHTrend

ACEHTREND.COM, Bireuen – Wakil Ketua I DPRK Bireuen Drs. Muhammad Arif, yang merupakan politikus Partai Nasional Aceh (PNA) mengatakan, setiap anggota parlemen telah diberikan kewenangan oleh negara untuk menyampaikan aspirasi rakyat.

Arif menjelaskan, rapat komisi, rapat fraksi, pandangan fraksi, pandangan umum serta jenis musyawarah lainnya di parlemen, merupakan wadah resmi untuk melakukan tiga fungsinya yaitu legislasi, budgeting, dan pengawasan.

Kepada aceHTrend, Kamis (11/10/2018) lelaki yang akrab disapa Arif Andepa mengatakan, kalau benar-benar ingin memperjuangkan aspirasi rakyat, di sanalah tempatnya.

Arif juga mengatakan, setiap keputusan yang lahir di parlemen merupakan buah karya bersama, dengan menjunjung tinggi demokrasi. “Di parlemen kita beradu argumen, mengatakan persetujuan atau tidak setuju. Bila pun kalah karena minim dukungan, akhirnya keputusan parlemen adalah kesepakatan bersama yang sifatnya kolektif kolegial yang bermakna setara antara satu dengan lainnya,” ujar Arif.

Untuk itu, ketika ada wakil rakyat yang bicara ke media dan menulis di dinding facebook, seakan-akan telah kalah, atau tak didengar suaranya oleh koleganya sendiri di parlemen, hal tersebut merupakan kekeliruan mendefinisikan kewenangan diri.

“Jadi ruang media sosial adalah miliknya rakyat yang tidak memiliki kewenangan. Wakil rakyat memiliki tiga kewenangan yang sudah saya sebutkan tadi. Jadi tolok ukurnya bukan seberapa banyak status di media sosial atau kecaman di media massa,” kata seniman lukis dan puisi itu.

Ia juga menambahkan, masyarakat tidak akan mengukur karya seorang wakil rakyat melalui status facebook, yang mereka lihat adalah karya di dapil masing-masing.

“Pembuktian kinerja wakil rakyat adalah seberapa besar ia bermanfaat bagi rakyat di dapilnya masing-masing. Bukan sebanyak apa ia mengecam keputusan lembaga wakil rakyat di luar forum yang sudah disediakan,” imbuhnya.[]