Diskusi Literasi Bencana FAMe Banda Aceh Hadirkan Pakar Rekayasa Kegempaan

Sebuah mobil tertimbun lumpur akibat pencairan (likuifaksi) tanah yang terjadi di Desa Jono Oge, Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10). Likuifaksi tanah yang terjadi akibat gempa berkuatan 7,4 skala richter di Palu-Donggala itu menyebabkan ratusan rumah hancur dan terkubur lumpur. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc/18.

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Forum Aceh Menulis (FAMe) Banda Aceh menggelar Diskusi Literasi Bencana bertajuk Memahami Dampak Gempa; Tsunami dan Likuifaksi. Dikusi ini bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh dan berlangsung di Aula BPBA di Banda Aceh pagi ini, Jumat (12/10/2018).

Diskusi ini menghadirkan dua pakar, yaitu Prof. Ir. H. Sarwidi, MSCE, P.hD., IP-U, pakar rekayasa kegempaan dan dinamika struktur dari UII Yogyakarta sekaligus inovator Bangunan Rumah Rakyat Tahan Gempa yang mengangkat topik Dinamika Kebumian dan Merancang Tahan Gempa.

Berikutnya Ketua Prodi Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsyiah, Bambang Setiawan, M.Eng.Sc., Ph.D yang akan memaparkan topik tentang Memahami Fenomena Likuifaksi; Mulai dari Pantai Manohara Pijay hingga Palu dan Ancamannya terhadap Wilayah Banda Aceh dan Sekitarnya.

Pembina FAMe Yarmen Dinamika mengatakan, sebagai bangsa yang ditakdirkan selalu hidup berdampingan dengan bencana alam, sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui fenomena alam yang memicu terjadinya bencana serta upaya apa yang perlu kita persiapkan untuk menghindari atau minimal mengurangi risikonya.

“Di luar gempa bumi dan tsunami, belakangan istilah liquifaction (likuifaksi) atau tanah dan batuan yang mendadak jadi bubur, semakin sering diperbincangkan. Terutama pascagempa Pidie Jaya (Pijay) 2016 dan gempa Palu-Donggala 2018,” kata Yarmen.

Akibat likuifaksi ada wilayah yang tenggelam ditelan bumi. Bahkan ada bangunan yang berjalan bertabrakan satu sama lain seperti iring-iringan mobil yang didorong banjir bandang.

“Nah, menurut sejumlah peneliti geologi, kawasan Banda Aceh pun termasuk zona yang rawan likuifaksi. Pengetahuan ini sangatlah penting bagi kita agar tak salah memilih tempat tinggal atau mengapa harus pindah dari lokasi kini kita bermukim.”

FAMe Banda Aceh memilih topik tersebut sebagai tema kelas ke-54 kali ini karena beberapa waktu terakhir ini bencana gempa bumi terus terjadi di Indonesia. Melalui diskusi ini masyarakat diharapkan mendapat informasi dan pemahaman yang akurat mengenai apa itu likuifaksi dan dampak yang ditimbulkan dari bencana alam tersebut.[]