Terkait PT EMM di Beutong Ateuh, Abdullah Saleh & Fakrurrazi Jangan Provokatif

Zaini Djalil, Ketua DPW Partai NasDem Propinsi Aceh. Foto: ANTARA

ACEHTREND.COM,Banda Aceh- Advokat Aceh H. Zaini Djalil,SH., yang juga Ketua DPW Partai NasDem Aceh, menanggapi Kehadiran PT Emas Mineral Murni (EMM) yang dihubung-hubungkan dengan Surya Paloh sebagai Ketum Partai NasDem oleh Politisi Abdullah Saleh dan Fachrurrazi Anggota DPD RI. Zaini Djalil meminta pada mereka agar tidak berlebihan dan provokatif dalam hal kehadiran PT. Emas Mineral Murni (EMM) di Aceh, apalagi Terhadap keberadaan Surya Paloh.

Kepada aceHTrend, Kamis (11/10/2018) Zaini Djalil mengatakan, PT EMM sudah hadir di Beutong Banggalang dan sekitarnya sejak tahun 2006 dalam bentuk kegiatan eksplorasi. Perusahaan itu tentu sudah melengkapi persyaratan terhadap keberadaan mereka, baik izin atau kelengkapan lainnya. Tifak mungkin mereka berani melanggar peraturan yang ada,

“Berdasarkan penjelasan Humas ESDM sudah Sejak 2006 hingga 2014 kegiatan hanya kegiatan eksplorasi jadi belum ada kegiatan lainnya,” kata Zaini Djalil.

Akan tetapi, tambah Zaini Djalil, saat ini seakan-akan telah terjadi sesuatu yang sangat merugikan rakyat di kawasan izin itu. Bahkan Abdullah Saleh dan Fakrurrazi pun mengambil kesempatan untuk ikut “manggung” seakan-akan mereka adalah tulang punggung rakyat yang sangat peduli pada penderitaan rakyat.

“Jangan karena ini tahun politik ,semua dipolitisir, malah ikut memprovokasi. Kalau memang ada persoalan seharusnya mereka bisa sampaikan atau perjuangkan melalui lembaga yang punya kewenangan apalagi mereka Wakil-Wakil rakyat, bukannya malah melakukan provokasi dan pengarahan massa,” katanya.

Menurut Zaini, kesan yang ditimbulkan melalui pola komunikasi yang dibangun oleh kedua politikus ini sangat tidak cerdas, dan ini tentu bukan saja merugikan citra Aceh di mata dunia investasi, juga akan merusak nama baik Surya Paloh. Surya Paloh Putra Aceh dikenal sebagai Pengusaha dari sejak dulu dan tidak ada salah juga ingin berivestasi di Aceh.

“Kalaupun sekarang beliau sebagai Ketum NasDem, apa salahnya dengan profesi beliau sebagai pengusaha yg profisional? Seharusnya kita sebagai orang Aceh bangga ada Putra Aceh yg sukses baik sebagai politisi maupun sebagai pengusaha Nasional. Tapi kalau Pak Abdullah Saleh dan Fachrurrazi cara pandangnya berbeda, tidak baik juga melakukan provokasi untuk mencederai saudara sendiri sesama warga bangsa. Karena cara cara seperti ini bukan Hanya merugikan Pak Surya Paloh tapi juga akan merugikan rakyat Beutong Banggalang dan Aceh,” sebut Zaini.

Ia kembali menegaskan, Khusus tentang kehadiran Surya Paloh dan terlibatnya perusahaan asing dalam berbagai bisnis di dunia, termasuk di Aceh, bukan sesuatu yang salah. Secara aturan dibenarkan dan tidak perlu dicurigai sebagai sesuatu hal yang aneh, tetapi kalau ada yang salah sampaikan protes secara benar bila perlu gugat ke pengadilan.

“Kalau kehadiran PT. EMM ada permasalahan apalagi saudara Abdullah Saleh katanya sudah mengawasi sejak tahun 2006, pertanyakan dulu secara benar, apalagi yang saya tahu perusahaan tersebut sudah dipangggil komisi B DPRA yang membidangan Pertambangan dan Pak Abdullah saleh juga Anggota DPRA,” kata pengacara low profile itu.

Ia berharap jangan dikesankan bahwa kehadiran Penanaman Modal Asing (PMA) sebagai tindak kejahatan. Argumentasi yang menggiring ke arah penyesatan itu tidak benar dan tidak boleh dibenarkan.

Abdullah Saleh Tak Akan Mundur

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRA Abdullah Saleh kepada aceHTrend mengatakan dirinya tidak akan mundur dari upaya menolak kehadiran PT. EMM di bumi Beutong Banggalang.

Melalui aplikasi WhatsApp, Kamis malam (11/10/2018) Abdullah Saleh mengatakan dia akan terus mendampingi rakyat Beutong Banggalang. “Masyarakat Beutong Ateuh, Mahasiswa Beutong dan Nagan Raya beserta LSM peduli lingkungan akan bergerak terus dan tanggal 15 Oktober akan ada aksi besar-besaran menolak PT Tambang EMM itu,” kata Abdullah Saleh.

Sebelumnya, Senin (8/10/2018) kepada aceHTrend Abdullah Saleh mengaku Komisi I DPRA akan menelusuri kemungkinan ada keterlibatan pihak lokal atau dalang menyangkut rekomendasi izin tambang emas PT. EMM di Beutong, Kabupaten Nagan Raya. Hasil penelusuran itu nanti akan dibuka secara transparan ke publik untuk mengetahui siapa saja pejabat yang terlibat.

“Soal kepemilikan saham pejabat pada usaha tambang tersebut itu masih ditelusuri, paling keterlibatan pejabat dalam bentuk fee, ataupun gratifikasi, karena pejabat kita sangat mudah terkecoh dengan hal seperti ini,” kata Anggota Komisi I DPRA, Abdullah Saleh, saat ditemui aceHTrend di ruang rapat komisi I.

Abdullah Saleh mengaku, dia mengetahui eksplorasi tambang emas di Beutong dari survei tahun 2007 yang dilakukan oleh perusahaan milik Surya Paloh, namun tidak dilakukan upaya pencegahan lantaran hanya bersifat survei potensi.

“Tahun 2007 saya sudah mengetahui ada survei potensi tambang di kawasan Beutong Nagan Raya, tapi waktu itu tidak dilakukan reaksi apapun karena prinsipnya survei tidak bisa dihalangi, kan itu hanya melihat isi kandungan alam, layak tidaknya untuk dieksploitasi itu akan ada kajian lagi,” katanya.

Menurutnya, yang muncul waktu itu nama Surya Paloh, melalui Perusahaan Media Grup, kemudian bagaimana hasil survei ini jatuh kepada pihak asing ini perlu dilakukan kajian untuk mengetahui hubungan Media Grup dengan PT EMM ini, apakah Surya Paloh juga ikut terlibat dengan perusahaan asing, ini akan ditelusuri lebih lanjut.

Zaini Djalil Diminta Jangan Panik

Fakrurrazi, anggota DPD RI Asal Aceh meminta Ketua NasDem Aceh jangan panik tentang upayanya melawan kehadiran PT. EMM di Beutong Ateuh. “Ini menyangkut sikap penolakan rakyat atas izin tambang. Silahkan rakyat menilai dan menyaksikan, siapa di balik pemilik izin tambang ini, saya tidak takut dengan ancaman, saya hanya takut sama Allah,” kata senator muda itu.

Untuk itu, Fakrurrazi mengatakan akan tetap membela rakyat Aceh. Aceh jangan seperti Papua dan jangan juga seperti rakyat di Aceh Utara pada tahun 1974, kala ditemukan minyak di Arun.

“Jangan intimidasi saya dengan merespon di media seakan akan saya melakukan provokasi,” katanya.[]