Tim Atjeh Connection Jangkau Pengungsi Donggala di Perbukitan

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Tim Atjeh Connection Foundation Peduli menyalurkan ribuan paket sembako untuk korban gempa dan tsunampi Palu, Sigi, dan Donggala di Sulawesi Tengah.

Sejumlah desa yang didatangi Tim AFC saat menyalurkan bantuan mengaku sebagian warganya baru pertama menerima bantuan pascagempa dan tsunami, yaitu dari AFC Peduli. Seperti di Desa Lende Tovea, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah.

Sebagian warga mengungsi ke perbukitan. Secara kasat mata tidak terlihat ada tenda-tenda pengungsian karena berada di dalam hutan. Tim ACF Peduli mendaki bukit dan menyusuri hutan untuk menemui para pengungsi dan menyerahkan langsung bantuan kepada penerima. Mirisnya, kebanyakan dari para pengungsi yang didatangi tim, rumah mereka rubuh dan tidak bisa ditempati lagi.

Salah satu relawan ACF, Rico Abdul Kadir mengatakan, ketika mereka menanyai kapan warga akan kembali ke desa masing-masing, mereka tidak tahu kapan. Bukannya tidak mau tetapi rumah mereka sudah tidak ada lagi karena sudah roboh.

“Perjalanan dari Kota Palu menuju Kecamatan Sirenja atau sering disebut pantai Barat Sulteng, membutuhkan waktu enam jam untuk PP menembus medan berat, disusul jalan yang rentan longsor membuat perjalanan was-was, namun hal itu bisa ditembus dengan selamat berkat semangat tem yang sangat luar biasa,” katanya melalui siaran pers yang diterima aceHTrend, Jumat (12/10/2018).

Hal yang sama dialami tim ACF saat menempuh perjalanan empat jam menuju Desa Bola Papu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi Sulteng, Perjalanan delapan jam PP menuju lokasi ribuan pengungsi akibat gempa dan tsunami itu membutuhkan nyali yang kuat, pasalnya, jalan menuju Kulawi tergolong rusak parah dan tanjakan tinggi dan turunan yang curam. Belum lagi luas ruas jalan yang hanya bisa dilalui satu mobil, karena panggilan hati, membuat misi kemanusiaan ini terjalani dengan baik.

Sesampai di lokasi pengungsian, tim ACF disambut dengan baik oleh para pengungsi, malah salah satu para pengungsi mengapresiasi atas kinerja ACF yang menyalurkan langsung bantuan ke sejumlah tenda pengungsi.

“Selama ini, didrop bantuan dengan helikopter, penyaluran ke kami sedikit, apa yang kalian lakukan dengan cara menyerahkan langsung bantuan ini cukup luar biasa dan sangat membantu kami para pengungsi,” ujar Rico menirukan ucapan salah satu pengungsi di Bola Papu, Kamis malam (11/10/2018).

Hasil pendataan kebutuhan tim ACF, secara umum, kebutuhan mendesak para pengungsi meliputi, beras, ikan kaleng atau telur, selimut dan kebutuhan bayi, termasuk pembalut wanita.

Tidak Ada Penjarahan

Tim ACF sudah memasuki hari ke-8 di Sulawesi Tengah dalam misi kemanusiaan, secara umum disambut dengan baik oleh sejumlah pengungsi yang ada. Bahkan, penjarahan yang kerap diberitakan terjadi di Kota Palu dan sekitarnya pascabencana, tidak pernah terlihat secara kasat mata oleh tim ACF.

“Alhamdulillah, sejauh kami menjalankan misi kemanusiaan di Sulteng, belum pernah dijarah, aman, dan tertib saat kami menyalurkan bantuan,” ujar Rico.

Di samping itu kata Rico, kerja sama masyarakat dengan tim ACF juga sangat bagus dalam membantu jalannya proses penyaluran bantuan. Saat ini, lokasi posko ACF dalam bentuk tenda berada di Desa Loru, Kecamatan Sigi Biro Maru, Kabupaten Sigi.

“Kemana pun kami menyalurkan bantuan, baik ke Kabupaten Donggala, Sigi dan Palu, selalu ditemani dan dibantu proses penyaluran bantuan hingga selesai, sehingga tidak butuh pengamanan dari pihak kepolisian, ini juga salah satu yang cukup luar biasa,” katanya.

Lebih lanjut, secara keseluruhan, tidak ada kendala yang berarti bagi relawan yang ingin menyalurkan bantuan di Sulteng, hanya saja, menurut Rico, tergantung cara pendekatan para relawan dengan para pengungsi dan juga dengan perangkat desa serta para pemuda desa tempat para pengungsi berada.

“Sejauh ini, kami dari tim ACF bisa memastikan, kondisi di Sulteng khususnya bagi para relawan terbilang aman, bahkan masyarakat sendiri sangat antusias dan menyambut dengan baik setiap adanya relawan yang menghampiri mereka.”

Adapun Desa yang sudah disalurkan bantuan dari ACF meliputi Desa Labean, Tompe, Ujung Bo, Lende Tovea, dan Desa Bosa yang berada di Kabupaten Donggala.

Kemudian, Kelurahan Petobo, Desa Biro Maru, Desa Lolu, Desa Jono oge (tanah berlumpur), Desa Sidera, Desa Loru, Kecamatan Sigi Biro Maru, Sulteng serta Donggala Kodi, dan Palu Barat.

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi mendonasikan untuk korban gempa di Sulteng, Atjeh Connection Foundation masih membuka kesempatan bagi yang ingin menyumbang, bisa langsung mendatangi posko yang beralamat di The Paray Cafe, Kompleks Permata Mediterania, Pos Pangumben, Jakarta Barat.

Atjeh Connection juga membuka rekening donasi untuk rakyat Indonesia yang ingin mengambil bagian guna membantu masyarakat Sulawesi Tengah, di Rekening Bank Mandiri, dengan nomor 165.00.17007007 a.n Yayasan Atjeh Connection, dan konfirmasi donasi di nomor WhatsApp 0852-6005-3813.

Sementara itu, Founder ACF Amir Faisal Nek Muhammad mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berdonasi dalam program kegiatan ACF Peduli yang kini sedang dilaksanakan oleh tim di Sulawesi Tengah.

“Sebuah kehormatan juga mendapat kepercayaan dari para donatur kepada ACF yang telah menyumbangkan baik dalam bentuk uang maupun barang, semua ini akan dibalas oleh Allah Swt,” kata Amir Faisal.[]

Editor : Ihan Nurdin