Keluarga Panitia Pembentukan Kabupaten Bireuen Diberikan Cinderamata

ACEHTREND.COM,Bireuen-Sebanyak 10 orang panitia pembentukan Kabupaten Bireuen, Jumat (12/10/2018) mendapatkan cinderamata dari Pemkab Bireuen. Rata-rata panitia tersebut sudah kembali ke haribaan Ilahi Rabbi.

Adapun 10 panitia itu adalah almarhum (alm) Syahbuddin AR, alm M. Abed Beuransyah, alm Abdullah Ishak, alm Syamaun Arifin, alm Rusli Rasyid, alm Alimuddin, Subarni A. Gani, Sofyan Ali (Yan PT), Zainuddin Daud dan Saifuddin Saleh.

Penyerahan cinderamata itu oleh Bupati Bireuen H. Saifannur, S.Sos, serta didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi. Kegiatan ini dilakukan dalam Sidang Paripurna Istimewa Hari Ulang Tahun Kabupaten Bireuen, di ruang sidang DPRK setempat.

Sebelumnya, dalam sambutan mewakili panitia pendirian Kabupaten Bireuen, Saifuddin Saleh yang mewakili rekan-rekannya menyebutkan walau muda dalam segi usia sebagai kabupaten, tapi Bireuen adalah daerah penting yang memiliki sejarah besar.

Bahkan, selain diklaim pernah memiliki peradaban besar tentang Kerajaan Jeumpa (masih sebatas desas-desus semata serta klaim sepihak, tidak ada tinggalan bersurat layaknya Lamuri di Aceh Rayeuk, belum ada riset-red) serta ibukota RI ketiga (juga klaim karena kedatangan Soekarno, tanpa didukung bukti dokumen-red) Bireuen juga sebagai daerah penting kala revolusi kemerdekaan. Di Bireuen ada Divisi X Gadjah Putih, sebuah intitusi militer modern yang dipimpin oleh Kolonel Husen Jusuf, yang membawahi Sumatera bagian utara. Divisi ini berperan besar dalam peristiwa Medan Area di Sumut.