Tolak PT EMM di Nagan Raya, Mahasiswa Unjuk Rasa ke DPRA

Aksi unjuk rasa menuntut pencabutan izin PT EMM di Nagan Raya di DPR Aceh, Senin, 15 Oktober 2018. @aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banda Aceh menggelar aksi di gedung DPR Aceh menuntut agar izin operasi PT. Emas Mineral Murni (EMM) di Nagan Raya dicabut, Senin (15/10/2018).

Eksplorasi perusahaan tambang tersebut dinilai telah masuk dalam kawasan hutan lindung dan merusak hutan sehingga berdampak pada terancamnya kelangsungan hidup masyarakat sekitar. Mahasiswa menilai legislatif telah lalai menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat.

PT. EMM mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi berdasarkan keputusan Bupati Nagan Raya Nomor 545/143/SK/Rev.IUP-Eksplorasi/2013 tanggal 15 April 2013. Sedangkan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi didapatkan melalui SK Kepala BKPM Nomor 66/1/IUP/PMA/2017 pada tanggal 19 Desember 2017. Perusahaan ini mendapat izin untuk mengeksplorasi 10.000 hektare lahan tambang di wilayah tersebut.

Penolakan terhadap tambang PT. EMM dan segala jenis tambang lainnya atas pertimbangan menjaga sumber kehidupan masyarakat dampak dari pertambangan. Hadirnya PT. EMM di Nagan Raya dan Aceh Tengah dinilai akan berdampak terhadap lingkungan hidup, sumber air, lahan pertanian masyarakat, terjadinya bencana ekologis, konflik sosial, serta akan hilang situs sejarah dan makan para aulia/syuhada.

Selain itu, area izin 10.000 hektar tersebut berada di Hutan Lindung dan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang merupakan paru-paru dunia.

Para mahasiswa tersebut berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Banda Aceh seperti Universitas Syiah Kuala, Universitas Serambi Mekah, Universitas Abulyatama, STKIP Bina Bangsa, STIK Pante Kulu, dan Paguyuban Mahasiswa Nagan Raya.

Anggota DPR Aceh Nurzahri terlihat menemui mahasiswa.[]

Editor : Ihan Nurdin