Becak “Ambulance” C4 dari Si Bandel Arif Fadillah

ACEHTREND. COM, Banda Aceh – Becak ini terbilang istimewa. Uniknya lagi, becak ini pemberian dari sosok yang disebut pernah bandel. Siapakah dia?

Disebut istimewa bukan karena ia telah menghasilkan uang dari penumpang. Becak ini istimewa karena telah berjasa menjadi ambulance bagi anak-anak kanker yang berada dalam pendampingan C-Four.

“Becak ini disumbang Pak Arif, setahun lalu, ” kata Ratna Eliza, pengelola C-Four kepada aceHTrend yang menanyakan soal asal usul becak yang di upload di beranda facebooknya, Kamis (18/10).

Ratna mengaku, becak pemberian si bandel Arif sudah dimodifikasi, biar lebih keren dan “bandel” kayak orangnya.

“Hahaha Pak Arif Fadillah itu saat kecil terkenal bandel. Tapi pintar, selalu rangking kelas, berada dalam 3 besar. Satu lagi, dia selalu diangkat menjadi ketua kelas dari MIN sampai STM,” cerita Ratna.

Arif Fadillah yang dimaksud adalah Ketua DPR Kota Banda Aceh. Sosok ini memang dikenal akrab dengan becak.

Arif terbilang politisi yang hadir dari kisah getir kehidupan. Segala pekerjaan telah pernah dilakoninya, termasuk mendayung becak.

Meski tumbuh besar dalam kisah pahit dan getirnya kehidupan, tapi Arif kecil adalah sosok dengan cita-cita besar. “Saya ingin jadi duta besar, ” kata Arif suatu ketika saat berkisah masa-masa kecilnya.

Ketika ia memutuskan pulang ke Aceh, tahun 2002, Arif memulai kerja sebagai pendayung becak. Dan, dengan bekal ilmu manajemen yang dimilikinya, dirinyapun mendirikan perkumpulan tukang becak.

Mungkin, kenangan itulah yang membuat politisi Partai Demokrat ini tidak bisa jauh dengan mereka yang hidup susah, sekaligus tidak bisa jauh pula dengan becak.

Tidak lupa diri, ini juga yang membuat si Abang Becak Arif Fadillah menjadi legislator pada 2009, dan terpilih kembali pada 2014, bahkan dipercaya sebagai Ketua DPR Kota Banda Aceh.

Meski sudah di “atas langit,” si bandel Arif Fadillah tidak lupa menginjak bumi. Basis pendukungnya, salah satu dari tukang becak, tetap dalam perhatiannya.

Salah satu yang diperjuangkan adalah menggoalkan aspirasi beasiswa untuk anak-anak dari keluarga tukang becak.

“Sekitar 20.000 orang, mulai dari tingkatan SD, SMP, SMA, dan SMK,” ujarnya.

Untuk merawat silaturahmi dengan sahabat lamanya para tukang becak, Arif Fadillah juga membuat baju Kamoe Sa.

”Ini adalah sahabat saya, sewaktu saya belum menjadi seperti saat ini, dan kami sampai saat masih tetap bersama-sama,” ujar Arif Fadillah kepada AceHTrend, dulu.

Dengan cara begitu, setiap ada kegiatan, Arif Fadillah mudah memobilisir rekan-rekannya tukang becak untuk berbagai kegiatan.

Ratna Eliza sendiri merupakan pendiri sekaligus pengampu rumah singgah yang diberi nama Children Cancer Care Community (C-Four). Sebelum berubah menjadi C-Four pada 2015 lalu, gerakan ini bernama Komunitas Peduli Anak Kanker (KPAK) yang digagas 2014.

Ratna Eliza merupakan pribadi terbuka, yang membangun silaturahmi dengan semua pihak. Baginya, siapa saja boleh mendukung C-Four. “Bagi kami, semua berkesempatan membantu anak-anak kanker di C-Four. Kami memang tidak bisa membalas langsung, mungkin hanya sepotong doa untuk terus sukses, bagi siapapun, ” katanya. []

KOMENTAR FACEBOOK