Doa dan Pesan Abu Tumin pada Ketua DPRA

Abu Tumin bersama Tgk Muharuddin @aceHTrend/Taufik Ar-Rifai

ACEHTREND.COM, Bireuen –Lon meudo’a keu droeneuh kiban nyang got bak Allah. Mudah-mudahan bah jroh geubri le Allah (saya berdoa agar Anda mendapatkan apa yang terbaik dari Allah. Mudah-mudahan menjadi lebih baik diberikan Allah)”.

Begitulah sepenggal pesan yang disampaikan Tgk H Muhammad Amin yang akrab disapa Abu Tu Min Blang Blahdeh kepada Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin. Pesan itu disampaikan ulama karismatik Aceh itu saat menerima kunjungan Tgk Muharuddin beserta rombongan di kediamannya di Blang Blahdeh, Bireuen, Sabtu (20/10/2018).

Selama dijamu, Abu Tumin begitu banyak menasihati politisi Partai Aceh tersebut. Pimpinan Dayah Madinatuddiniyah Babussalam desa Blang Blahdeh Kecamatan Jeumpa, Bireuen ini mengatakan, saat ini dirinya prihatin terhadap kondisi kekinian Aceh. Ini disebabkan banyak terjadinya gesekan di antara elite pemerintahan Aceh, mulai dari tingkat atas hingga tingkat bawah.

“Beliau (Abu Tumin-red) mengatakan, saat ini Aceh masih sedang berada di fase tidak hebat. Beliau hanya menaruh harapan pada generasi selanjutnya bahwasanya Aceh ini akan hebat jika kembali bersatu,” ujar Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin.

Tgk Muharuddin mengatakan, Abu Tumin juga berpesan bahwa sudah seharusnya semua elemen masyarakat Aceh agar kembali bersatu membangun Aceh. Menurutnya, salah satu solusi agar elemen Aceh ini kembali bersatu adalah dengan cara merajut tali silaturahmi dan mengadakan musyawarah atau mufakat.

“Artinya, membangun Aceh itu harus dilandaskan rasa kebersamaan karena jika ada berbagai macam persoalan bangsa kita salah satu solusinya adalah bermusyawarah. Namun ketika di tingkat pimpinan sendiri terlalu mengedepankan prinsip atau pendapatnya masing-masing tanpa adanya mufakat, maka akan terjadi berbagai benturan sehingga berimplikasi terhadap masyarakat bawah,” ujar Tgk Muharuddin.

Ketika ditanyai apakah dirinya akan memulai melaksanakan musyawarah, Tgk Muharuddin mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada elite pemerintah Aceh. Pasalnya, kata Tgk Muharuddin lagi, dirinya masih belum pantas untuk menginisiasi lahirnya pergerakan tersebut.

“Saya kan generasi muda, saya lebih menganggap pantas bagi senior-senior kita yang punya banyak pengetahuan dan pengalaman. Saya pikir ini bukan ranah saya untuk menggiring isu ini, namun saran dan masukan positif tentu akan kita dengar. Namun siapa yang akan menggerakkan massanya, maka itu perlu sosok yang mempunyai satu persepsi sehingga bisa membawa perubahan terhadap masyarakat Aceh ke depan menjadi lebih baik dan sejahtera,” ujar Tgk Muharuddin.

Sebelum berpamitan, Tgk Muharuddin juga meminta izin dan doa restu agar diberikan keberkahan dan kesehatan. Selain itu, ia juga senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan segala aman yang diembannya selama ini.

Di akhir pembicaraan, Abu Tumin juga turut mendoakan semua elemen Aceh yang punya itikad baik memperjuangkan aspirasi masyarakat, baik di tingkat kabupaten, provinsi hingga ke Senayan nantinya.

Ulon lakee izin Abu. Lon lakee doa ngon restu mudah-mudahan beu’ek lon jaga amanah nyoe ngon got (Saya memohon izin, Abu. Saya minta doa dan restu mudah-mudahan sanggup untuk saya jaga amanah ini dengan baik),” ujar Tgk Muharuddin.

Lon teutap meudo’a bak Allah soe-soe mantong geutanyoe ureueng Aceh yang keuneuk peugoet Aceh beu geubri le Allah ngon kiban nyang jroh nibak Allah,” ujar Abu Tumin di akhir pembicaraan.[]

Editor : Ihan Nurdin