Cerita Haru Pederita Lumpuh Terima Bantuan Kursi Roda dari Ketua DPRA

Ismail (60) warga desa Cot Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin di kediakan Ismail di Gampong Cot Paya Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara. @aceHTrend/Taufik ar-Rifai

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Rasa haru menyelimuti hati Ismail (60), warga Gampong Cot Paya Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (21/10/2018). Lelaki paruh baya itu menderita lumpuh sejak tiga tahun lalu akibat penyempit saraf pada pinggangnya. Ismail tak bisa menahan tangis takkala Ketua DPR Aceh Teungku Muharuddin menyerahkan bantuan kursi roda untuknya.

Saat politisi Partai Aceh dan rombongannya tiba, Ismail sedang terbaring tak berdaya di rumahnya yang berkonstruksi kayu. Dalam rombongan turut serta Ketua Komisi D DPRK Aceh Utara, Mawardi M. alias Teungku Adek.

Ismail tak dapat berdiri karena kondisi kedua kakinya yang tak mampu lagi menopang tubuh lemahnya tersebut. Aktivitas sehari-harinya kini dihabiskan di atas tempat tidur yang hanya beralaskan kasur usang dan kelambu untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk di malam hari. Bahkan untuk buang air kecil dan air besar sekalipun, Ismail harus merangkak pelan ke sebuah lubang khusus di dekat tempat tidurnya.

Saat Tgk Muharuddin menyerahkan langsung kursi roda tersebut, mata Ismail nampak sembab. Perasaan haru itu juga terlihat di mata istrinya, Sari Bulan (60) serta putra sulungnya, Usman (38). Pasalnya, ia tak menyangka orang nomor satu di parlemen Aceh tersebut bertandang ke kediamannya untuk menyerahkan langsung bantuan kursi roda ayahnya.

“Bantuan ini sebagai wujud dan rasa kepedulian kita terhadap kondisi ayah kita, Ismail. Semoga bantuan yang kita berikan ini bisa membantu menjalani aktivitasnya sehari-hari,” ujar Tgk Muharuddin.

Hal senada juga diungkapkan Teungku Adek. Menurutnya, pemberian bantuan itu sebagai wujud dan rasa kepedulian mereka terhadap kondisi penderita lumpuh dan stroke.

“Ini merupakan wujud dan kepedulian kita bersama untuk menyahuti amanah rakyat. Apalagi semasa sehat Abi (Ismail-red) sangat besar jasanya kepada kami selaku eks-kombatan. Rumahnya menjadi pelindung kami saat konflik berkecamuk di Aceh,” ujar Teungku Adek.

Sementara itu, Ismail mengaku bahagia karena di usia senja seperti itu masih ada pihak pemerintah yang mau datang ke rumah mereka dan memberikan bantuan langsung. Menurutnya, kepedulian pemerintah untuk masyarakat harus tetap terjalin.

Selama nyoe gohlom na meusidroe pih nyang jak keunoe banlheuh damee. Alhamdulillah jinohat mantong na Tgk Muharuddin ngon Teungku Adek nyang mantong tem hiro ngon deungo kamoe (selama ini belum ada satupun yang datang kemari pascadamai. Alhamdulillah saat ini masih ada perhatian Tgk Muharuddin dan Teungku Adek yang masih menghiraukan dan mendengar keluhan kami),” ujar Usman dengan mata berkaca-kaca.

Selain itu, bantuan kursi roda juga turut diserahkan untuk Abdullah Syarah (80), warga desa Matang Paya, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara. Ayah 12 anak ini diagnosis menderita lumpuh akibat penyempitan saraf di pinggangnya.

Ketua DPR Aceh juga mengatakan, pihaknya turut merujuk Muhammad Rizki asal Gampong Paya Dua Uram Kecamatan Seuneuddon, Aceh Utara ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Pria berusia 22 tahun ini menderita lumpuh layu akibat pagar besi padan terjatuh di pundaknya pada 2015 lalu.

“Alhamdulillah, bantuan ini juga turut kita berikan kepada Abdullah Syarah yang sudah menderita lumpuh empat tahun lalu. Kemudian kita juga turut merujuk dan sekaligus memfasilitasi segala biaya pengobatan Muhammad Rizki,” ujar Tgk Muharuddin.[]


Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK