Humas Banda dan Citra Sang Walikota

Walikota Banda ceh Aminullah Usman, ketika membuka acara konsultasi publik penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Banda Aceh. Acara ini diseleggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banda Aceh di Aula Gedung Mawardy Nurdin, Rabu (26/9/2018). (Ist)

Taufik Alamsyah segera bergegas, walau tidak memiliki latar belakang sebagai humas, tapi sepertinya lelaki gaek nan energik itu paham bahwa apa yang menjadi tupoksi barunya merupakan kunci sukses atau tidaknya citra positif Pemerintah Banda Aceh di mata publik.

“Salah satu indikator suksesnya tugas yang saya emban adalah hadirnya para jurnalis pada kegiatan-kegiatan pemerintah di Banda Aceh. Selain itu terpublikasinya kegiatan juga bagian dari kesuksesan itu sendiri,” kata Taufik Alamsyah, Kepala Humas Kota Banda Aceh, pada suatu kesempatan ngopi bareng bersama saya.

Saya sepakat dengan apa yang disampaikan Pak Taufik–demikian saya memanggilnya– bahwa kehadiran wartawan pada tiap kegiatan pemerintah merupakan indikator sukses atau tidaknya seorang kahumas dalam menjalankan tugas.

Pun demikian, humas juga harus memiliki kemampuan dan kemauan sendiri untuk lebih dari sekedar itu, mereka sendiri tidak sekedar perlu membangun hubungan yang baik dengan kuli tinta –sekarang kuli smartphone, hehehehe–tapi juga harus punya kemampuan mengelola dan menyebarkan informasi positif dari sudut pandang pemerintah. Alhamdulillah Humas Banda Aceh memiliki kemampuan itu.

Dalam catatan saya, Humas Banda Aceh –secara kelembagaan– merupakan salah satu yang terbaik di Aceh. Mereka merupakan humas paling produktif se Propinsi Aceh, mungkin setara dengan produktifnya Humas Propinsi Aceh serta Humas Kodam IM. Belum ada humas kabupaten dan kota di Aceh yang mampu menyaingi PNS di Humas Pemko Banda Aceh, dalam hal melahirkan rilis media, selain itu, kualitas rilis yang mereka produksi juga sudah kategori A, baik dari sisi kualitas penulisan maupun konten.

Capaian ini tentunya akan semakin luar biasa kala banyak media –khususnya yang besar dan kredibel– mau memuatnya sebagai berita. Nah di sini lagi-lagi kemampuan komunikasi Kepala Humas Banda Aceh menjadi kunci utama.

Tentu, sebagai Kahumas Banda Aceh, Taufik telah melakukan dan terus melakukan itu. Bersama stafnya yang seringkali “nempel” kemanapun dia pergi yaitu Aulia, mereka kerap bersilaturahmi kepada banyak pelaku dunia jurnalistik, mulai level pimpinan media hingga juru warta di lapangan.

The power of silaturrahim memang sangat luar biasa. Saya sendiri sebagai pemimpin redaksi baru membolehkan aceHTrend menayangkan rilis Pemko Banda Aceh secara kontinyu, setelah bertemu Taufik Alamsyah dan Aulia dalam beberapa kesempatam silaturahmi.

Bila boleh memuji, Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, selain pintar menilek juga beruntung mendapatkan personil Humas Banda Aceh dan kepala humasnya yang energik, cekatan dan komunikatif. Mereka telah dan terus melakukan tugasnya dengan baik. Semua kegiatan pemerintah bisa sampai ke ruang redaksi media massa dan selanjutnya menjadi produk informasi yang dikonsumsi oleh warga Banda Aceh dan rakyat Indonesia secara lebih luas.

Bila humas telah bekerja dengan baik memositifkan citra pemerintah, khususnya citra Walikota Banda Aceh, maka tugas selanjutnya dari Pemerintah (Walikota) Banda Aceh adalah merealisasikan janji-janji politiknya kepada rakyat semasa kampanye. []

KOMENTAR FACEBOOK