Ketua DPRA Tinjau Jembatan “Abu Nawas” Krueng Kreh di Pirak Timu

aceHTrend/Taufik Ar-Rifai

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin, kemarin meninjau lokasi pembangunan jembatan Krueng Kreh di Gampong Asan Krueng Kreh, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (21/10/2018).

Pembangunan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Lhoksukon, Paya Bakong, dan Cot Girek itu terbengkalai. Padahal Pemerintah Aceh telah mengucurkan anggaran Rp5 miliar untuk pembangunannya pada 2016 lalu.

Mukim Gampong Asan Krueng Kreh, A. Rahman mengatakan, jembatan itu merupakan tumpuan warga untuk menopang akvitas sehari-hari. Pasalnya, jembatan yang menghubungkan antarkecamatan itu merupakan salah satu sarana untuk memudahkan akses warga setempat.

“Kami sangat menaruh perhatian besar agar jembatan ini dibangun. Setiap harinya warga harus melewati dua desa lainnya dengan menempuh perjalanan hingga 15 kilometer,” ujar A. Rahman.

Hal senada juga diungkapkan Camat Pirak Timu, Ismuhar. Menurutnya, karena belum rampungnya pembangunan jembatan tersebut, warga terpaksa harus mengakses dengan melewati jembatan Pange di Gampong Teupin Keube, Kecamatan Matangkuli.

“Yang lebih miris lagi, setiap paginya anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah harus menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer lebih. Padahal jika jembatan ini bisa rampung, hanya butuh waktu sekitar 15 menit saja melewati sungai Keureutoe,” ujar Ismuhar.

Sementara itu, Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin dalam kunjungannya berjanji akan berusaha semaksimal mungkin membantu menangani penyelesaian pembangunan jembatan tersebut. Politisi Partai Aceh ini mendesak Pemerintah Aceh melalui intansi terkait agar segera menyelesaikan pembangunan jembatan Krueng Kreh.

“Saya harapkan kepada Pemerintah Aceh melalui instansi terkait agar segera menindaklanjuti penyelesaian pembangunan jembatan ini. Apalagi kita lihat sudah dua tahun proyek pembangunannya terlihat mandek seperti jembatan Abu Nawas,” ujar Tgk Muharuddin.

Tgk Muharuddin mengaku sangat prihatin melihat kondisi pembangunan jembatan Krueng Kreh yang terkesan diabaikan pemerintah. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses dan sekaligus urat nadi warga setempat.

“Jadi saya harapkan sekali lagi kepada Pemerintah Aceh melalui agar segera menyahuti aspirasi warga di sini. Harapan mereka agar pembangunan jembatan ini segera dilanjutkan dengan mengucurkan dana pada APBA 2019 nanti. Sebab dengan dibangunnya jembatan ini mampu mempersingkat akses warga. Selain itu dampak positifnya juga bisa mendongkrak perekonomian warga. Apalagi yang sangat miris kita dengar saat musibah banjir kemarin, warga terpaksa mengantar dua jenazah dengan mengandalkan perahu untuk menyeberangi Krueng Keureutoe yang membelah kedua desa ini,” ujar Tgk Muharuddin.[]

Editor : Ihan Nurdin