Intan Novia, Peraih Juara I MTQ Nasional 2018 Asal Nagan Raya

Intan Novia Zk @istimewa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Keberuntungan akan berpihak bagi mereka yang berjuang dan terus berusaha hingga ia pantas menjadi sang juara. Kalimat itu cocok untuk menggambarkan semangat Intan Novia Zk yang telah membanggakan Aceh lewat Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2018 di Medan, Sumatera Utara pada 6-12 Oktober lalu.

Melalui cabang Lomba Syahril Quran, Intan yang berperan sebagai pensyarah (pidato) dan dua temannya Mildawati (tilawah), Izzatul Muna (sari tilawah) berhasil menjadi juara pertama tingkat nasional.

Sebelumnya saat seleksi di provinsi, Intan yang mewakili Kabupaten Nagan Raya, terpilih sebagai pensyarah dan menang juara I tingkat provinsi di Aceh Timur. Kemudian dia pun mewakili Aceh untuk melaju ke MTQ tingkat nasional.

Gadis yang kini menjadi mahasiswi di UIN Ar-Raniry ini, mulai mengikuti lomba MTQ sejak kelas tiga Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) .

“Dari saat itu sampai sekarang ikut syahril quran terus dan alhamdulillah selalu ada juara. Di tahun 2015 hanya berhasil menjadi juara II di provinsi dan tidak ikut seleksi nasional. Saya saat itu sebagai saritilawahnya,” ujar Intan kepada aceHTrend, Selasa (23/10/2018).

Pada MTQ Nasional ke-27 ini, posisinya diubah dari saritilawah menjadi pensyarah hingga membawanya menjadi sang juara MTQ tingkat nasional di Kota Medan. Berbagai persiapan dilakukan Intan sebelum lomba tersebut, di antaranya dengan menjalani training center (TC) tahap I selama satu bulan sebelum lebaran haji dan lanjut lagi TC tahap II setelah lebaran satu bulan penuh di Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ).

Di sini Intan dan kedua temannya dilatih oleh lima orang ustaz, yaitu Ustaz Azhar, Akhyar, Abrar, Armiadi, dan Ustaz Fakhruddin.

“Masing-masing punya bagiannya untuk melatih kami, sampai akhirnya kami berangkat ke Medan pada tanggal 4 Oktober 2018. Ada sekitar sertusan orang termasuk panitia yang berangkat ke Medan dalam rangka MTQ Nasional ini,” kata Intan.

Saat di Medan, Intan tampil dua kali, pertama pada babak penyisihan tanggal 9 Oktober 2018 dan final pada tanggal 11 Oktober 2018.

“Awalnya nggak nyangka saat diumumkan kami menjadi juara pertama. Saya langsung terkejut, bahagia, dan terharu mengingat sebelumnya Aceh belum pernah masuk final cabang lomba syahril quran,” tutur Intan saat diwawancarai aceHtrend.

Setelah kembali dari Medan pada 14 Oktober 2018 lalu, perempuan kelahiran Keude Nelop, 29 November 1999 ini kembali melanjutkan rutinitasnya sebagai mahasiswi. Intan yang kini menyewa kontrakan di Rukoh, Banda Aceh itu akan kembali fokus pada kuliahnya setelah sebelumnya fokus pada persiapan MTQ.

Anak dari pasangan Zainal Abidin dan Kemala Wati ini juga berharap ke depannya bisa menjadi pelatih dan memberikan motivasi bagi generasi di bawahnya yang akan mengikuti bidang syahril quran untuk MTQ selanjutnya.[]

Editor : Ihan Nurdin