Bappeda Aceh Bertekad Akhiri “Kutukan” APBA Tidak Tepat Waktu

ACEHTREND. COM, Banda Aceh – APBA tidak tepat waktu seperti sudah menjadi “kutukan” di Aceh. Sejak 2007 sampai 2018 baru satu kali APBA disahkan tepat waktu.

“Tahun 2019 ini kita sudah berkomitmen dengan DPRA agar pengesahan APBA 2019 tepat waktu,” kata Kepala Bappeda Aceh, Azhari, Kamis (24/10).

Dalam sambutannya di acara Sosialisasi Pelaksanaan Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Kortekrenbang) Aceh Tahun 2020 di Hermes Hotel juga disampaikan tekad pemerintah Aceh untuk menghasilkan Musrenbang sebagai milestone untuk menghadirkan APBA 2020 yang tidak hanya tepat waktu tapi juga berkualitas.

“Tahun 2020 bisa hadir APBA yang tidak hanya tepat waktu tapi juga berkualitas berdasarkan prinsip evidentbased planning, ” kata Azhari dihadapan seluruh Kepala SKPA dan Kepala Bappeda kabupaten/kota.

Di acara yang dihadiri oleh Kasubdit Data dan Informasi Kewilayahan dan Kawasan dari Kementerian Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Nasional, Yudianto sebagai pembicara kunci sosialisasi, juga diingatkan kembali pentingya kelengkapan dokumen dari setiap usulan program sehingga perencanaan 2020 bisa tepat waktu dan berkualitas.

Selain soal dokumen, Azhari juga mengingatkan semua SKPA untuk sedini mungkin mempersiapkan apa yang menjadi program/kegiatan prioritas, berpedoman pada RPJM dan Renstra, yang disertai dokumen pendukung.

“Begitu juga dalam hal usulan program/kegiatan dalam Ranwal Renja 2020 sudah harus disusun sampai dengan satuan lima, ” tegasnya.

Azhari juga mendorong agar segera dilakukan pemutakhiran data terkait penerima manfaat, output dan outcome yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Usulan DOKA kabupaten/kota hendaknya dipastikan selaras dengan Prioritas Pembangunan Aceh sebagaimana tertuang dalam dokumen RPJMA dan Renstra SKPA, ” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi ikut dihadiri oleh Jubir Pemerintah Aceh, Wiratmadinata. Wira mengatakan Pemerintah Aceh saat ini sangat berkepentingan menghadirkan APBA tepat waktu sekaligus berkualitas karena APBA masih menjadi solusi bagi Aceh.

“Jika belum tepat waktu, maka ekonomi Aceh juga terganggu, bila belum berkualitas maka APBA belum menjadi solusi, ” sebut Wira usai acara sosialisasi.[]