Direktur RSUD CND Minta Maaf, Wartawan: Proses Hukum Berlanjut

Suasana konferensi pers di ruang Dir RSUD CND, Jumat pagi, 26 Oktober 2018. @istimewa/Aidil Firmansyah

ACEHTREND.COM, Meulaboh – Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, dr. Furqansyah, menggelar jumpa pers untuk mengonfirmasi insiden pengusiran sejumlah wartawan yang hendak meliput ke rumah sakit tersebut pada Rabu sore lalu. Konferensi pers berlangsung di ruangan Direktur RSUD CND, Kamis (25/10/2018).

Dalam kesempatan tersebut, dr. Furqansyah menyikapi terkait dugaan pengusiran sejumlah wartawan saat meliput kunjungan kerja tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI ke RSUD CND.

Ia menegaskan, satpam rumah sakit sama sekali tidak pernah mengusir sejumlah wartawan yang ingin meliput. Kejadian itu kata dia hanya salah paham.

“Kami pihak rumah sakit tidak pernah mengusir rekan-rekan wartawan. Kejadian kemarin itu hanya kesalahpahaman saja dan kami tegaskan tidak ada pengusiran seperti yang diberitakan sejumlah media massa. Karena hal ini tidak pernah terjadi dan tidak pernah kita lakukan,” jelas dr. Furqan.

Selaku Direktur, ia meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi dan berharap kejadian tersebut tak terulang kembali.

Ke depan kata dia, manajemen rumah sakit akan mewajibkan setiap wartawan yang hendak meliput ke rumah sakit agar memiliki surat izin dari bagian humas rumah sakit.

“Sebelum melakukan peliputan ke rumah sakit, setiap wartawan wajib memiliki surat izin dari bagian humas,” katanya.

Hal ini diperlukan agar dalam melaksanakan tugas menyangkut informasi yang disajikan kepada publik sesuai dengan aturan yang berlaku.

“informasi yang disajikan nantinya lebih sesuai, berimbang, dan tidak merugikan pihak mana pun,” ujar dr. Furqansyah.

Sementara itu, Aidil Firmansyah, salah seorang wartawan yang mengaku menjadi korban pengusiran satpam RSUD CND Meulaboh, saat dikonfirmasi aceHTrend secara terpisah mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan persoalan tersebut kepada kepolisian untuk diproses secara hukum.

“Secara moral dari awal sudah kita maafkan, namun proses hukum tetap dilanjutkan karena kita sudah percaya penuh pada pihak kepolisian untuk mengusutnya,” kata Aidil, stringer TV One, Jumat pagi (26/10/2018).

Menanggapi pernyataan dr. Furqan, Aidil menambahkan, pada saat terjadi pengusiran, pihaknya bersama empat wartawan lain dalam keadaan sadar dan tahu persis apa yang terjadi. Bahkan kata Aidil, salah satu wartawan saat itu sempat adu mulut dengan satpam di sana.

“Kita menghargai apa yang disampaikan Pak Direktur, tapi kenyataannya memang kami diusir. Berlima kami di situ saat kejadian. Bukan saya saja. Apa untungnya kami mengada-ngada, tak mungkinlah,” kata Aidil.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK