Pertamina Latih Kaum Perempuan Lhokseumawe Buat Suvenir Wire Jewelry

aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – PT Pertamina (Persero) TBBM Kota Lhokseumawe menggelar program kemitraan dan bina lingkungan penguatan lingkungan kelompok usaha kecil produktif dan inovatif untuk mendukung pengembangan desa mandiri.

Program itu diikuti oleh kaum remaja putri dan para ibu rumah tangga (IRT) dari lima desa binaan PT Pertamina (Persero) yang digelar oleh Cased for Economy And Society Development (CESD) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh di Gedung Pascasarjana kampus di Lhokseumawe yang dilaksanakan pada 27-28 Oktober 2018.

“Ini sudah pelatihan kedua untuk para remaja putri dan IRT di bidang suvenir melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina TBBM Lhokseumawe,” Kata Ketua Umum CESD Unimal, Dr Mariyudi kepada aceHTrend Sabtu (27/10/2018).

Mariyudi menambahkan, pelatihan pembuatan suvenir yang dibuat oleh peserta pelatihan sejenis perhiasan dari wire jewelry dari panduan wire dengan batu mulia. Di tahun ini mereka menargetkan suvenir tersebut sudah bisa diekspor ke dua negara, yakni Malaysia dan Singapura.

“Produksi dari hasil pelatihan pertama sudah ada yang tampung dari dua negara tersebut, awalnya kita manfaatkan barang yang tidak ada nilai dan dimanfaatkan serta didesain yang nantinya menjadi barang yang berharga,” Ujarnya.

Sementara ini kata dia hasil produksi wire jewely sudah ada yang pesan dari Singapura.

Dengan ada pelatihan ini diharapkan para peserta dapat membuka lapangan pekerjaan dan menjadi masyarakat mandiri sesuai dengan tema pelatihan “Menuju Kehidupan Masyarakat Kota Lhokseuamwe Lebih Baik”.

Pelatihan ini langsung dimentori oleh salah satu pengusaha home industry wire jewely yang ada di Kota Lhokseumawe.

“Nanti usaha tersebut akan dikelola langsung dan dikembangkan melalui BUMG, sementara PT Pertamina hanya mendanai pelatihan/workshop dan peralatan kerja di setiap kelompok yang sudah terbentuk,” katanya.

Selain itu, setiap Kepala Desa (Geuchik) di lima desa binaan tersebut sangat mendukung dengan program tersebut, bahkan mereka berharap agar nantinya ada pelatihan lainnya yang bermanfaat untuk masyarakat.

“Setiap kelompok nantinya akan selalu menjadi binaan dari PT Pertamina dan Unimal hingga selesai diproduksi,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK