Seniman Empat Negara Ambil Bagian dalam Festival Rapa’i 2018 di Lhokseumawe

Panitia Aceh International Rapa'i Festival (ACIRAF) 2018 gelar Konferensi Pers di Lhokseumawe dalam rangka persiapan kegiatan tersebut

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Ratusan penabuh rapa’i dan sejumlah grup perkusi luar negeri akan memeriahkan Aceh International Rapa’i Festival (ACIRAF) ke-2 pada 4-7 November 2018 yang dilaksanakan di Kota Lhokseumawe.

“Kegiatan itu salah satu dari 100 besar event calendar Indonesia 2018, pembukaan akan dilaksanakan di Stadion Tunas Bangsa yang nanti akan dibuka oleh Plt Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah,” k,,ata Ketua Panitia Nazaruddin ZA saat menggelar konferensi pers di Taufik Coffee 2 Kota Lhokseumawe, Minggu (28/10/2018).

Nazaruddin menambahkan, pergelaran ACIRAF tahun ini mengusung konsep murni perkusi bernuansa islami yang akan diikuti empat negara, yakni Malaysia, Thailand, India dan Indonesia.

Lanjutnya, selain pertunjukan seni, mereka juga menggelar seminar budaya dan kunjungan ke situs sejarah. Mereka juga akan diajak melihat langsung tempat pembuatan rapa’i yang ada di Lhokseumawe.

“Dipilihnya Kota Lhokseumawe sebagai tempat pelaksanaan ACIRAF 2018 dengan alasan musik perkusi Aceh khusus rapa’i urouh yang berhasil terjaga eksistensinya,” katanya.

Nazaruddin menambahkan setiap peserta dari luar negeri nantinya mereka akan berkoordinasi dengan kedutaan negara masing-masing. Peserta nantinya akan disambut dengan pawai kebudayaan dan mengunjungi tempat wisata di Kota Lhokseumawe serta khanduri peumulia jamee.

Festival tersebut nantinya akan dilaksanakan di Stadion Tunas Bangsa, Lapangan Sudirman, GOR Cunda dan tempat wisata Waduk Jeuleukat.

Selain itu akan dimeriahkan dengan beragam pertunjukan di antaranya seni musik perkusi Aceh, seni tradisi lainnya yang dipresentasikan oleh seniman perorangan di Aceh, seni musik kreasi/kolaborasi etnik moderen Aceh dan penampilan artis lokal yang dengan konsep Aceh World Music.

“Kegiatan itu bertujuan untuk memperkenalkan beragam khasanah seni perkusi Aceh ke masyarakat luar dan menggaungkan rapa’i sebagai salah satu item musik perkusi dunia,” ujarnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK