Mual dan Muntah, Reaksi Alami Usai Minum Anti Kaki Gajah

ACEHTREND.COM,Bireuen-Kepada Dinas Kesehatan Bireuen dr. Amir Addani, menyebutkan bahwa pemberian obat untuk mencegah penyakit kaki gajah tidak berbahaya. Obat anti filariasis itu memiliki reaksi sementara berupa mual, pusing dan muntah. Itupun bila menelan obat sebelum makan pagi atau ada gangguan perut serta cacingan.

Kepada aceHTrend, Rabu (31/10/2018) Amir menjelaskan, pemberian obat anti kaki gajah merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk membebaskan Bireuen dari penyakit tersebut. Peusangan Selatan, menurut Amir, merupakan salah satu kecamatan yang memiliki banyak penderita kaki gajah.

Tentang berita tumbangnya sejumlah siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Tanjong Beuridi seusai meminum obat anti kaki gajah, Selasa (30/10/2018), menurut Amir itu merupakan reaksi biasa.

“Ada tiga hal, pertama mungkin karena tidak makan pagi, kedua ada gangguan perut. Tapi reaksi itu sementara saja, dan memang demikian untuk kategori ysng saya sebutkan tadi. Ketiga mungkin juga mereka cacingan,” terang Amir Addani.

Di Bireuen, tambah Amir sudah ditemukan 43 kasus penderita kaki gajah. Penyebaran penyakit ini oleh nyamuk mikrofilaria, sehingga setiap orang perlu diberikan obat cacing untuk mencegah penyakit tersebut.

“Semoga target kita Bireuen bebas kaki gajah 2020, tercapai hendaknya,” imbuhnya.

Seperti dilaporkan oleh beberapa portal berita, sekitar 30 murid MIS Tanjong Beuridi, Kecamatan Peusangan Selatan dilarikan ke puskesmas, setelah mengalami muntah seusai meminum obat anti kaki gajah, Selasa (30/10/2018)

Suasana sempat tegang karena ada informasi bila mereka keracunan obat. Akan tetapi setelah diberikan perawatan di puskesmas, para murid yang sempat muntah itu diperbolehkan kembali ke rumah.

Foto: Amir Addani (kabarabireuen)

KOMENTAR FACEBOOK