Putra Tukang Becak Asal Lhokseumawe Terpilih Sebagai Duta Wisata Aceh

ACEHTREND.COM. Lhokseumawe – Muhammad Hernan Rusydi terpilih sebagai Agam Duta Wisata Aceh 2018, pada Sabtu malam (27/10/2018). Pemuda yang akrab disapa Hernan ini akan mewakili Aceh ke tingkat Nasional dalam ajang Pemilihan Duta Wisata Indonesia (PDWI) di Kalimantan Tengah pada 24 November 2018 mendatang.

Rasa haru pun membuncah di hati Hernan saat dinobatkan sebagai Agam Duta Wisata Aceh 2018. Pasalnya lelaki yang berasal dari daerah Petrodolar (Lhokseumawe) ini baru pertama sekali mengikuti ajang pemilihan Duta Wisata Aceh, dan tidak menyangka langsung menjadi pemenang utamanya.

“Ketika nama saya dipanggil, ayah langsung naik ke atas panggung dan memeluk saya. Dia katakan papa bangga sama saya. Itulah hal paling indah yang saya rasakan saat itu karena bisa mengukir senyum di wajahnya melalui kebanggan dan prestasi saya,” ujar Hernan kepada aceHTrend (31/10/2018).

Hernan adalah anak kedua dari pasangan Ir. Rusydi Ismail dan Yeti Suryani, S.Pd. Keseharian ayahnya berprofesi sebagai tukang becak di Lhokseumawe. Sedangkan ibunya seorang guru honorer yang sudah 20 tahun lamanya mengabdi di Sekolah Luar Biasa Aneuk Nanggroe.

Sebelumnya ayah Hernan bekerja sebagai pegawai wiraswasta, tapi setelah pensiun ia memutuskan untuk menjadi tukang becak agar memenuhi biaya kebutuhan hidup keluarganya.

“Ayah saya adalah orang yang kuat. Di saat Ayah pensiun dan tidak mempunyai pekerjaan lagi, beliau mati-matian memutar otak untuk mencukupi kehidupan kami. Tambahnya lagi saat itu abang saya Muhammad Haikal Rusydi meneruskan kuliahnya ke Mesir dan memerlukan biaya yang besar. Begitu juga dengan saya yang mulai kuliah di Politeknik. Jadi, ayah sekarang narik becak di daerah Lhokseumawe dan sekitarnya,” kata Hernan dengan rasa haru.

Walaupun anak seorang tukang becak dan guru honorer, Hernan tetap bangga dengan pekerjaan orang tuanya. Bahkan sosok orang tua merupakan bagian tubuh yang tidak bisa terpisahkan bagi pemuda kelahiran Tanggerang, 12 April 2000 ini.

Kedua orang tuanya tidak pernah bosan menyemangati, mengingatkan, dan memperjuangkan pendidikan anak-anaknya. Termasuk saat proses persiapan pemilihan duta wisat, Hernan mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya.

“Setiap hari Ayah selalu membangunkan saya untuk salat Subuh, inilah caranya untuk mensupport semangat saya. Beliau juga bilang sehari sebelum malam penobatan, apa pun hasilnya dia tetap bangga sama saya,” tutur pemuda yang mempunyai hobi menari dan memainkan musik tradisional Aceh.

Saat ini Hernan yang berstatus sebagai mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe, sedang mempersiapkan diri untuk melaju ke tingkat Nasional dalam ajang PDWI 2018. Ia pun langsung menjalankan perannya sebagai duta wisata, salah satunya menyambut tamu dari luar negeri untuk acara Rapai’i Internasional Festival pada 4 November 2018.

Sebagai Agam Duta Wisata Aceh tahun 2018, Hernan berkeinginan untuk memperkenalkan Aceh kepada dunia melalui adat dan budaya Aceh. Tentunya budaya yang terkenal dengan keislaman yang kuat untuk mewujudkan dan merealisasikan Aceh sebagai tempat wisata halal.

Editor: Muhajir Juli