40 Tahun Bertikai, Amerika Kalah Melawan Republik Islam Iran

Ayatollah Ali Khamenei (AFP)

ACEHTREND.COM, Teheran- Selama 40 tahun konflik antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, telah membuat negara yang mengaku adidaya itu tidak memenangkan apapun di sana. Hal ini disampaikan oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, kala memberikan sambutan pada peringatan pengambil alihan Kedutaaan AS di teheran pada 1979.

Menurut Ayatollah, selama itu Amerika Serikat telah mencoba memerangi Iran dengan berbagai cara, mulai dengan kekuatan militer, sanksi ekonomi serta perang di media massa. Tapi semua usaha USA tidak berhasil, Iran tetap berdiri dan Amerika kelimpungan.

“Ada fakta kunci di sini: dalam tantangan 40 tahun ini, yang kalah adalah AS dan yang menang adalah Republik Islam,” katanya, seperti dilansir Aljazeera dan dikutip aceHTrend, Minggu (4/11/2018).

Pernyataan Ayatollah Khomenei itu lahir setelah Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan pencabutan sanksi sementara terhadap delapan negara yang ingin membeli minyak dari Iran. Sementara itu Presiden Amerika Donald Trump mengaku akan membuat kesepakatan baru dengan Iran, menyangkut berbagai hal yang selama ini menjadi bahan sengketa. Bahkan Trump pun mengatakan komunikasi untuk memulihkan hubungan bilateral pun terus dilakukan, dengan catatan Iran mau menghentikan dukungan terhadap terorisme.

Hossein Askari, profesor bisnis internasional dan hubungan internasional di George Washington University, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sangat tidak mungkin Iran akan menyetujui tuntutan Trump.

“Amerika Serikat memiliki 12 tuntutan, persis apa yang Arab Saudi lakukan ke Qatar,” kata Askari. “Salah satunya adalah mengatakan “Iran harus mengakhiri dukungannya untuk terorisme’. Nah, Iran tidak mendukung terorisme selama bertahun-tahun. Itu tidak masuk akal,” ujarnya.

Hossen menjelaskan lagi, Donald Trump juga meminta Iran harus mengakhiri program misilnya. “Nah, Iran tidak akan menghentikan itu. Iran memiliki musuh utama yaitu Israel, dengan hulu ledak nuklir, Amerika Serikat mengepung Iran di semua sisi dan Anda ingin Iran mengatakan, ‘OK , kita tidak akan melakukan apa-apa.Itu tidak akan terjadi.”

Kemudian, hal ketiga yang sangat penting, adalah bahwa Amerika ingin Iran menghentikan operasinya di Suriah. Dan pandangan Iran tentang hal itu sangat sederhana.

“Suriah adalah satu-satunya negara yang mendukung Iran selama perang Iran-Irak, ketika Amerika Serikat dan Eropa memberi senjata kimia ke Irak untuk digunakan menyerang Iran. Ia tidak punya pilihan selain mendukung Suriah.”

Editor: Muhajir Juli