Masyarakat Resah, Wabup Aceh Selatan Minta Aktivitas Tambang Emas Dihentikan

ACEHTREND.COM, Tapaktuan – Wakil Bupati Aceh Selatan, Teungku Amran, meminta agar aktivitas pertambangan emas dan biji besi di Gampong Simpang Dua, Kemukiman Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah dihentikan.

Pasalnya, perusahan pertambangan Koperasi KSU Tiga Manggis dan Perusahaan PT. PSU disinyalir melakukan pengendapan emas di lokasi tambang dan menggunakan zat kimia berbahaya.

Hal itu disampaikan Amran saat melakukan sidak ke lokasi pertambangan, Minggu (4/11/2018).

Setiba dilokasi, Amran dan rombongan melihat sejumlah kegiatan pertambangan serta mengambil berupa sampel untuk diteliti lebih lanjut oleh dinas terkait.

Dirinya juga menyebutkan, sebelum melakukan sidak ke lokasi tambang, masyarakat terlebih dulu sudah melaporkan kepada dirinya terkait adanya aktivitas penambangan di Kluet Tengah yang mereka takutkan akan berimpas kepada lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

“Sebelumnya pihak masyarakat resah dan melapor kepada saya terkait adanya penambangan, dan saya dalam hal ini tidak bisa berjalan sendiri, karena di Aceh Selatan ada Forkopimda, saya koordinasikan ke pihak kepolisian dan pihak Dandim supaya kita berjalan bersama-sama. Dan saya juga libatkan pihak DPR untuk membuktikan sama-sama di lokasi,” ungkapnya.

Selaku pemerintah daerah, Amran berharap agar untuk sementara waktu segala aktivitas yang menyangkut tentang pertambangan dihentikan.

“Pemerintah daerah berharap kepada pihak perusahaan pengolahan biji besi maupun emas untuk dihentikan. Jangan sampai pihak perusahaan saja yang diuntungkan, sementara masyarakat menanggung imbasnya karena kita ingin menyelamatkan masyarakat dan generasi berikutnya,” kata Amran.

Dalam proses itu, Amran juga berharap dukungan penuh dari pihak TNI, Polri dan provinsi untuk sama-sama membenahi persoalan pertambangan di Aceh Selatan.

“Saat ini, di bawah tempat kita berdiri ini, kapur sudah dua puluh ton dan juga ditemukan satu kaleng sianida yang sudah diaduk dalam tanah tepat di atas tempat kita berdiri ini. Untuk sementara saya selaku Pemerintah Aceh Selatan meminta tidak ada kegiatan yang menyangkut pengolahan biji besi di sini,” tegas Amran.

Dalam rombongan sidak tersebut, ikut serta Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono, Dandim 0107/Asel Letko Inf. R. Sulistiya Herlambang HB, Kadis PUPR Aceh Selatan Ir Twk Bahrumsyah, Kadis Pertanian Yulizar, anggota DPRK Aceh Selatan, Camat Kluet Tengah Gafaruddin, Koramil Kluet Tengah, Kapolsek Kluet Tengah dan juga Keuchik Gampong Koto, Malaka dan Jambur Papan.[]