Bupati Bireuen Harus Menginput Masukan dari Bawah

ACEHTREND.COM,Bireuen- Memasuki usia Pemerintahan Bireuen tahun kedua, Bupati Saifannur harus mulai menginput masukan dan persoalan dari akar rumput. Dalam hal ini, bupati sudah harus mulai memperkuat komunikasi dengan para keuchik, yang merupakan pemimpin tertinggi di gampong.

Hal ini disampaikan oleh Teuku Mubaraq, Wakil Ketua Komisi A DPRK Bireuen, Selasa (6/11/2018). Kepada aceHTrend Mubaraq menyebutkan, komunikasi yang tembus ke entitas paling bawah, merupakan syarat utama, agar pemerintah mendapatkan input yang lebih dalam tentang persoalan pembangunan.

Politikus muda Golkar itu menyebutkan, pola yang dilakukan untuk membangun komunikasi itu beragam. Misal, setiap Sabtu pagi bupati menggelar sarapan bersama keuchik di Meuligo Bireuen.

“Undang saja keuchik per mukim. Tidak perlu waktu yang banyak, dua jam saja tiap pertemuan sudah cukup. Karena kegiatan demikian tidak perlu seremonial. Dilakukan sembari sarapan pagi,” ujar Mubaraq.

Menurut Mubaraq, keuchik adalah orang yang paling paham kebutuhan masyarakatnya. Bupati perlu menggali informasi tentang banyak hal dari para pemimpin gampong. Sebagai stakeholder paling bawah, tentu keuchik akan menyampaikan berbagai persoalan langsung kepada bupati.

Masukan dan persoalan itu kemudian menjadi bank data pemerintah, yang kemudian dipilah untuk diferivikasi oleh dinas terkait. Lalu, bagaimana dengan musrenbang kecamatan? Menurut Mubaraq, musrenbang kecamatan yang penuh formalitas, tidak mampu mengangkat ragam kebutuhan dan persoalan pembangunan yang sangat kompleks.

“Musrenbang, walau tetap bagus dan sudah menjadi syarat dalam perencanaan, tapi saya lihat belumlah mampu menyerap banyak hal yang menjadi kebutuhan masyarakat,” kata Mubaraq.

Dia juga menjelaskan, ada efek positif besar, bila bupati menjalankan konsep yang ia tawarkan itu, yaitu akan terbangunnya komunikasi yang bagus antara pemimpin daerah dan desa.

“Kunci utama pembangunan ada pada perencanaan, perencanaan yang bagus berdasarkan input yang paling nyata. Dengan adanya kegiatan sarapan bersama, tentu bupati akan mendapatkan input yang banyak, sekaligus menambah kekuatan pemerintah dalam membangun komunikasi politik antara rakyat dan pemimpin,” imbuh Teuku Mubaraq. []

KOMENTAR FACEBOOK