Tiga Tenaga Ahli di BPKS Ternyata Tidak Ada Izin, Rektor Unsyiah: Kepala BPKS Tidak Ada Etika

ACEHTREND. COM, Banda Aceh – Tiga Tenaga Ahli yang berkerja di Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) ternyata tidak ada izin.

Ketiga Tenaga Ahli di BPKS itu adalah staf pengajar pada Universitas Syiah Kuala.

Rektor Universitas Syiah Kuala menyebut Kepala BPKS tidak ada etika. “Tidak ada etika Kepala BPKS itu, harusnya dia sebagai dosen tahu soal etika dan aturan jika mau memperkerjakan staf pengajar di BPKS, ada etika dan aturannya, ” kata Prof Samsul Rizal, Selasa (6/11) malam.

Ketiga staf pengajar yang dijadikan tenaga ahli di BPKS itu adalah Nurdin MH, SH dari Fakultas Hukum, Dr Syarifuddin SE, MBA dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Ir Agus Halim, S, Msi dari Fakultas Pertanian.

Dalam surat dengan Nomor 7886/UN11/KP/2018 bertanggal 29 Oktober 2018 yang ditujukan kepada Kepala BPKS Rektor Unsyiah menyatakan keberatannya dipekerjakan ketiga pegawai tersebut, dengan alasan tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Akhir-akhir ini BPKS terus mendapat sorotan publik, khususnya ketika merespon secara reaktif surat Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, selaku dewan kawasan berdasarkan hasil evaluasi dewan pengawas. []

Editor: Risman Rachman