Ziarah Makam Walisongo dengan Dana Terbatas, Perempuan Asal Bireuen Linglung di Surabaya

ACEHTREND.COM,Bireuen- Dengan uang yang sangat terbatas, Zuraini (39) nekat keliling Pulau Jawa untuk mewujudkan fantasinya menziarahi makam Wali Songo. Perempuan asal Gampong Paya Reuhat, Kecamatan Peusangan, Bireuen, ditemukan linglung di Surabaya.

Hal ini dijelaskan oleh Murdani, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Selasa dinihari (6/11/2018) pukul 02.00 WIB, saat menerima kepulangan Zuraini, diantar oleh TKSK Dinsos Surabaya, yang disaksikan oleh perangkat gampong dan warga tempatan.

“Zuraini dikembalikan ke orang tuanya, setelah beberapa waktu dirawat di Surabaya karena ditemukan dalam kondisi lemas, takut dan linglung. Alhamdulillah, kita harus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut membantu,” kata Murdani.

Sesuai keterangan yang disampaikan oleh Zuraini kepada petugas, tambah, Murdani, awalnya pada Januari 2018 perempuan berusia nyaris kepala empat itu berangkat ke Jawa dengan membawa serta uang Rp3,5 juta, yang telah ia kumpulkan selama dua tahun. Tujuan guru ngaji itu adalah berziarah ke makam Wali Songo.

Zuraini berangkat dengan menumpang bus dari Meulaboh menuju Padang. Di kota rendang itu kemudian dia melanjutkan lagi perjalanannya ke Jawa. Di sana ia kemudian memulai petualangan ‘spritual’ seperti para pendekar di era lampau. Dengan bermodalkan semangat dan uang yang jumlahnya sangat terbatas, Zuraini menapak dari satu makam ke makam lainnya.

Adapun pusara ulama aswaja yang sudah pernah dia ziarahi dalam traveling ala backpacker itu adalah makam Sunan Kalijaga Demak Raden Said di Desa Kadilangu, Kabupaten Demak, (Bintoro), Provinsi Jawa Tengah. Kemudian makam Sunan Kudus Ja’far Shadiq di sekitar Mesjid Kudus, Desa Kauman, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Selanjutnya Sunan Muria Raden Umar Said terletak di lereng Gunung Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Sunan Gresik Maulana Malik Ibrahim berlokasi di Desa Gapurosukolilo, Gresik Provinsi Jawa Timur. 

Sunan Drajat Raden Qosim atau Raden Syaifudin berlokasi di Desa Paciran, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur.

Selama mengembara mencapai mimpinya, Zuraini tidur di mana saja. Kerap ia memilih mesjid sebagai tempat berteduh kala malam, tak jarang dia tidur si kompleks makam.

Dia sesuangguhnya tidak mengetahui alamat pasti makam-makam itu. Seperti kata pepatah malu bertanya sesat di jalan, Zuraini tak mau demikian. Ia pun rajin bertanya kepada siapa saja tentang alamat yang ia cari.

Ia sudah sangat lelah kala hendak menuju
makam Sunan Ampel Raden Rahmat di dalam kompleks makam tua di belakang Mesjid Ampel Surabaya.

“Setiba di Surabaya kondisi sudah kelelahan dan sakit, apalagi tidak ada sanak saudara di sana, sehingga berujung Zuraini diamankan dan ditampung di pondok sosial oleh Pemerintah Kota Surabaya,” terang Murdani.

Zuraini berterimakasih kepada Dinsos Surabaya yang telah merawatnya selama ini dan membawa pulang dirinya kembali ke Bireuen, ibunya turut berterimakasih kepada siapa saja yang telah membawa pulang anaknya.

Ditemukan Linglung

Eko Wicaksono, S.Sos, TKSK Surabaya mengatakan, awalnya Agustus 2018 Zuraini ditemukan anggota polisi di sekitar Polsek Kendang Sari, Surabaya, dengan kondisi linglung (gelisah mondar-mandir) sehingga dilapor dan diamankan Dinsos Surabaya.

Kala hendak diamankan, Zuraini seperti ketakutan dan aura perlawanan terlihat. Oleh sebab itu TKSK kemudian mengambil inisiatif merawat di RSJ selama 14 hari. Setelah membaik Zuraini ditampung oleh Dinsos Surabaya di blok C lingkungan Pondok Sosial milik Dinsos Surabaya.

“Setelah kondisinya membaik dan diperoleh informasi asalnya, maka pihak Dinsos/TKSK Surabaya berkoordinasi dgn koordinator TKSK Bireuen Safwan pada tanggal 24 Oktober, lalu dibantu TKSK Kecamatan Peusangan Alfisar satu minggu kemudian yang berhasil menemukan keberadaan keluarga Zuraini,” terangnya.

Dia melanjutkan, setelah menemukan keberadaan keluarga, maka Dinsos Surabaya melakukan proses pemulangan Zuraini bersama 46 orang lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.

Zuraini diantar oleh staf seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinas Sosial Provinsi Aceh, M Fauzi, Eko Wicaksono, S.Sos TKSK Surabaya Dinas Sosial Surabaya dan Agusta staf Dinas Sosial Surabaya.