Warga Serbu Pantai, Menggelar Ritual Doa Tolak Bala

ACEHTREND.COM, Singkil -Sejumlah objek wisata di Aceh Singkil, hari Rabu (7/11/1918), terlihat diserbu pengunjung. Mereka umumnya, datang dari berbagai pelosok desa.

Ada para santri dari pesantren, jamaah majelis-majelis pengajian, kelompok wirid yasin, dan tokoh masyarakat, serta tokoh adat.

Kedatangan mereka ke objek-objek wisata pantai tersebut, tidak saja mengikuti prosesi doa tolak bala dan tausyiah agama yang lazim digelar setiap Rabu terakhir bulan Safar. Melainkan juga, ingin berwisata melepas penat dan lelah.

Pantauan AceHTrend, sejak pagi hari warga mulai berdatangan. Mereka membawa tikar dan terpal. Tak lupa pula membawa nasi lengkap lauk-pauknya dan berbagai makanan lainnya.

Wisatawan lokal dan jamaah itu datang, ada yang menaiki sepeda motor, mobil penumpang, mobil pribadi, dan truk.

Khusus yang ingin berdoa tolak bala dan berwisata ke Pantai Cemara Indah Gosong Telaga, banyak yang menaiki perahu robin.

Adapun destinasi wisata yang paling padat dikunjungi antara lain, Pantai Pulo Sarok, Pantai Cemara Indah Gosong Telaga, Kualo Anak Lawik, dan Pantai Kuala Baru.

“Di pantai Kuala Baru, warga juga melaksana prosesi doa tolak bala,” kata camatnya Syam’un kepada AceHTrend.

Sementara itu, Ustaz Fikri mengungkapkan, ratusan orang jamaah juga menggelar prosesi rateb seribu, doa tolak bala, dan tausyiah agama di PCI Gosong Telaga.

Hal yang sama juga dilaksanakan di Pantai Pulo Sarok. Hadir sebagai penceramah Ustaz Tarmizi Khalil.

Di samping ritus doa tolak bala itu dihadiri ribuan jamaah, para santri, tokoh masyarakat juga terlihat Sekdakab Drs Azmi, kepala SKPK dan anggota DPRK Aceh Singkil.

Sementara itu, menurut keterangan seorang warga, Mukhlis, jika dibandingkan tahun-tahun lalu, pengunjung dan mengikuti doa tolak bala tahun ini agak minim.

Pasalnya, kata Mukhlis, cuaca di Aceh Singkil kurang mendukung. Meskipun siangnya tak hujan, tapi mendung terlihat menggelantung. Malah malamnya, hujan lebat telah  mengguyur Aceh Singkil.

“Itulah salah satu alasan yang membuat warga enggan mendatangi pantai, melaksanakan prosesi ritus tolak bala. Mereka kuatir akan diguyur hujan,” ucap Mukhlis.[]