Besok, Pemerintah Bahas Ruang Laut Aceh dan Kawasan Industri di Ladong

ACEHTREND. COM, Banda Aceh – Pemerintah Aceh akan membahas penataan ruang laut Aceh dan percepatan fungsionalisasi Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong.

Pembahasan Penataan Ruang Laut Aceh akan dilangsungkan lewat FGD oleh Kelompok Kerja Akhir di Ruang Rapat Potensi Daerah Sekretariat Aceh.

Sedangkan terkait pengelolaan KIA akan dilakukan di Ladong, kita lakukan peninjauan dulu, baru rapat koordinasi percepatan fungsionalisasi KIA.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Taqwallah mengatakan percepatan fungsionalisasi KIA Ladong berkorelasi dengan ajakan Plt Gubernur Aceh di China.

“Beliau mengajak pelaku usaha di Aceh untuk memanfaatkan perubahan kebijakan impor yang kini diterapkan oleh Pemerintah Tiongkok dengan meningkatkan kualitas produk yang layak ekspor di pasar global. Jadi, jika KIA sudah fungsional maka akan terkoneksi, ” kata Taqwallah, Kamis (8/11)

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah bertekad menghidupkan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong Kabupaten Aceh Besar guna mengoptimalkan potensi yang ada di daerah setempat.
     
“Kami berkeinginan untuk menghidupkan KIA Ladong Aceh dengan memulai dari modal di bawah Rp500 juta yakni dengan melibatkan industri kecil Aceh seperti tenun,” kata Nova Iriansyah di Jantho, bulan lalu.
     
Ia mengatakan untuk menghidupkan kawasan industri Aceh tersebut yakni di Ladong, berbagai sarana pendukung sudah tersedia seperti listrik dan juga ketersediaan air bersih serta dekat dengan pelabuhan Malahayati.
     
Nova juga mengatakan dalam mendukung permodalan bagi para pelaku usaha dan mendorong jiwa wirausaha di kawasan Industri tersebut, dirinya juga akan meminta Bank Aceh Syariah hadir dalam memberikan dukungan kepada para pelaku usaha.
     
“Kita yakin dengan sarana dan prasarana yang ada serta dukungan dari semua pihak, KIA Ladong akan bisa tumbuh dan berkembang seperti di daerah lainnya. Kita tidak mau yang muluk-muluk dulu, tapi memulai dari yang kecil-kecil dan insya Allah pasti,” katanya.

Di Shanghai, China, Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan perubahan kebijakan impor yang kini diterapkan oleh Pemerintah Tiongkok dengan meningkatkan kualitas produk yang layak ekspor di pasar global.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh dalam Forum Export – Import Indonesia China yang diadakan diselenggarakan secara paralel dengan China International Import Expo 2018 (CIIE) di Shanghai, Tiongkok pada Selasa (6/8).

“Ini adalah satu momentum yang sangat besar dan harus dimanfaatkan dengan baik oleh para pengusaha kita di Aceh, mengingat sumber daya alam dan produk buatan Indonesia sangat diminati oleh pasar Tiongkok,” kata Nova.