Di Hadapan Ratusan Mahasiswa Politeknik Lhokseumawe, Mukhlis Berbagi Pengalaman

ACEHTREND.COM,Lhokseumawe – Didaulat sebagai pemateri II dengan tema: Kiat Sukses Wirausaha Bidang Konstruksi, Direktur PT. Takabeya Perkasa Group, H. Mukhlis, A.Md., berbicara tentang pengalamannya membangun karier di bidang tersebut.

Mukhlis diundang oleh almamaternya Politeknik Negeri Lohokseumawe, Kamis (8/11/2018) untuk mengisi kegiatan kuliah umum. Selain Mukhlis, hadir juga Ir. H. Muslinang Moestopo, MSEM., Ph.D., yang merupakan ahli rekayasa struktur Teknik Sipil ITB. Kemudian ada juga Jumhar Febriko dari PT.PP.

Alumnus Politeknik Negeri Lhokseumawe yang lulus tahun 1995 itu mengatakan apa yang ia raih hari ini merupakan akumulasi kesabaran, konsistensi dan kerja keras.

Awal Mukhlis “terdampar” di Politeknik karena dia mendaftar diam-diam. Keluarga baru tahu dia di Poli, ketika namanya dinyatakan lulus sebagai salah satu mahasiswa.

“Karena saya bandel, keluarga tidak ingin saya masuk Politeknik Lhokseumawe. Mereka takut sifat badung saya tidak bisa berhenti,” kata Mukhlis yang disambut gelak tawa ratusan mahasiswa dan civitas akademika Politeknik.

Awal karier di dunia konstruksi tahun 1996, membangun jembatan kontruksi baja di sebuah daerah. Selanjutnya bekerja di PT. Cipta Karya Aceh, menjadi General Manajer (GM) hingga 2005.

“Setelah 2005 baru saya berdiri sendiri dengan nama PT.Takabeya Perkasa,” kata Mukhlis.

Memulai karier di dunia konstruksi kala Aceh sedang bergolak, Mukhlis dihadapkan pada ragam persoalan. Ancaman keamanan, upeti, gangguan karena kontak sejata, hingga pernah diculik dibawa ke dalam hutan.

Walau dengan ragam pengalaman pahit, Mukhlis dan Saifannur yang kala itu sebagai Direktur PT. Cipta Karya Aceh (CKA) tidak lari ke luar Aceh. Mereka tetap konsisten menetap di Bireuen.

Efeknya adalah perusahaan tempat Mukhlis bernaung mendapatkan banyak kepercayaan untuk mengerjakan konstruksi besar di berbagai wilayah di Aceh. Mulai dari jalan, gedung, hingga jembatan, sudah pernah dikerjakan oleh Mukhlis.

Menurut Mukhlis, kunci dalam menjalankan perusahaan hingga menjadi sebesar sekarang, adalah konsistensi, komunikasi dan juga kejujuran. Tiga hal itu menjadi kunci agar apa yang dia lakukan tetap berkualitas.[]