Penyidik Kejati Periksa Istri dan Anak Darmili terkait Dugaan Korupsi PDKS

Kepala Sesi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi Aceh, Munawal Hadi

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Kejaksaan Tinggi Aceh kembali melanjutkan kasus dugaan korupsi aliran dana Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue (PDKS) yang merugikan negara Rp51 miliar dan melibatkan mantan bupati Simeulue, Darmili. Tim penyidik Kejati Aceh kemarin kembali memeriksa istri dan anaknya, Rabu (7/11/2018).

“Iya benar, kemarin pagi istri dan anaknya Darmili dimintai keterangan sehubungan aliran dana ke rekening, Afridawati istri Darmili, dan ananknya Inda Damayanti diperiksa sebagai saksi mengenai aliran dana dari penyertaan modal ke PDKS yang mengalir ke keluarga Darmili. Ada transaksi mencurigakan yang perlu diklarifikasi langsung terhadap para saksi,” kata Kepala Sesi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi Aceh, Munawal Hadi, saat dikonfirmasi aceHTrend, Kamis (8/11/2018).

Menurut Munawal, penyidik Kejati Aceh melakukan klarifikasi tentang pembelian tanah atas nama Afridawati yang dibeli menggunakan uang PDKS, pemeriksaannya dilakukan pada Rabu pagi sejak pukul 09.00-15.00 WIB.

“Nanti kalau keterangannya masih diperlukan, saksi tersebut akan dipanggil lagi Bang,” ujar Munawal lagi.

Munawal menambahkan, dari hasil penyidikan awal, indikasi kerugian negara mencapai Rp51 miliar dari jumlah penyertaan modal Rp227 miliar dari APBK.

Darmili yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRK Simeulu juga sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Jumat 18 Maret 2016 bersama dua orang lainnya yaitu anaknya A sebagai Dirut PT Datu Daru dan Dirut PDKS AU.

“Untuk tersangka Darmili belum dilakukan penahanan karena masih kooperatif,” katanya.

Meski penetapan tersangka sudah berlangsung sejak 2016 dan penyelesaiannya terkesan lamban, Munawal menanggapinya dengan mengatakan tim penyidik Kejati Aceh masih bekerja menyelesaikan kasus ini.

“Penyidiknya masih bekerja, Insyallah akan dituntaskan secepatnya, target penyelesaian secepatnya, mohon bersabar ya bang,” katanya.

Munawal juga tidak mengetahui apakah ketiga tersangka tersebut dicegah ke luar negeri atau tidak.

“Nanti saya tanyakan dulu ke penyidiknya ya,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin