Badan Narkotika Tangkap Komplotan Jaringan Narkoba Internasional

Barang bukti yang diamankan petugas.@istimewa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Tim gabungan Badan Nasional Narkotika Provinsi Aceh dan Tim Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) BNN pusat menangkap komplotan jaringan narkoba internasional di waktu dan tempat yang berbeda di hari yang sama di Aceh pada Rabu (7/11/2018).

Kabid Pencegahan dan Penindakan BNNP Aceh, Amanto, mengatakan komplotan tersebut merupakan jaringan narkoba internasional Malaysia-Aceh. Dikembangkan berdasarkan pengungkapan kasus jaringan narkotika di Pangkalan Susu, Sumatera Utara dan sekitarnya atas nama tersangka Ibrahim alias Hongkong dan kawan-kawan.

“Barang bukti yang didapat yaitu narkotika golongan I jenis sabu seberat 75 kilogram brutto beberapa waktu lalu,” kata Amanto melalui keterangan tertulis, Kamis (8/11/2018).

Hasil pengembangan kasus tersebut pihaknya lantas mengejar satu tersangka atas nama Burhanuddin (59). Namun Burhanuddin meninggal dunia setelah ditembak petugas akibat upaya percobaan melarikan diri dalam penyergapan di Gampong Pintu Khop Seulimeum, Aceh Besar pada Rabu (7/11/2018) sekitar pukul 08.00 WIB. Petugas tidak menemukan narkoba saat menggeledah rumah Burhan.

Selanjutnya, kata Amanto, pada hari yang sama, Rabu (7/11/2018) sekira pukul 16.30 WIB, tim gabungan BNN Pusat, BNNP Aceh, yang dibantu TNI AL dan Bea Cukai menangkap Saiful Nurdin alias Pun yang menerima dan menyimpan narkotika, yang diduga dari Munsilin Alias Apali dan Muhammad Fauzi dari Pulau Penang Malaysia atas perintah Burhan.

“Saiful ditangkap di Jalan Prof. A Majid Ibrahim Langsa yang juga diduga komplotan Burhan yang juga satu jaringan dengan Ibrahim,” jelas Amanto.

Ia menambahkan, saat hari pertama pencarian barang bukti narkotika yang diduga disembunyikan oleh Saiful di kawasan perkebunan sawit di Simpang Wie Langsa Timur, petugas tidak menemukan apapun. Barang bukti tersebut baru ditemukan esok harinya, Kamis (8/11/2018) sekitar pukul 08.00 WIB, yaitu dua karung putih yang diduga berisikan narkotika berisi 38 kilogram sabu dan 15.000 butir ekstasi yang disembunyikan di hutan semak dan ditutupi daun. Setelah sebelumnya ditangkap Muhammad Fauzi sekira pukul 05.00 WIB, Kamis (8/11/2018) di rumahnya di Desa Tualang, Peureulak Aceh Timur.

“Di hari yang sama, Kamis (8/11/2018) pukul 8 pagi petugas kembali menangkap dua teman Muhammad Fauzi yaitu Nurdin dan Apali, yang lari dan bersembunyi di kebun dan rawa, ketiga tersangka ini bertugas membawa dan menyimpan narkoba milik almarhum Burhanuddin,” sebut Amanto.

Selanjutnya, petugas membawa tersangka dan barang bukti ke kantor BNNK Langsa untuk melakukan pengamanan dan interogasi awal. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Jakarta.

“Menurut keterangan kedua tersangka, narkoba tersebut dibawa dari Pulau Pinang (Penang), Malaysia dengan kapal penangkap ikan atas suruhan almarhum Burhanuddin sebagai pemilik barang,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin