Yuk, Meriahkan Peringatan Hari Disabilitas Sedunia di Aceh

Rapat persiapan Peringatan Hari Disabilitas Dunia di Aceh, Kamis, 8 Nov 2018. @aceHTrend/Yelli Sustarina

ACEHTREND.COM. Banda Aceh – Sejumlah komunitas dan pengurus organisasi penyandang disabilitas Aceh membentuk panitia bersama untuk memperingati Hari Disabilitas Sedunia (HDS) pada 3 Desember mendatang. Tema yang diusung pada peringatan HDS yaitu “Menuju Masyarakat Aceh yang Inklusi dan Bermartabat”.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Forum Bangun Aceh (FBA) yang konsen dalam menjalankan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dengan disabilitas di Aceh. “Sama seperti tahun lalu, FBA merasa perayaan HDS dijadikan sebagai sarana advokasi terkait pemenuhan hak-hak setiap warga negara RI, termasuk masyarakat dengan disabilitas dan mengedukasi masyarakat umum untuk menghilangkan stigma terhadap disabilitas,” ujar Dian Agustin, Project Coordinator untuk program ACCMH (Aceh Comprehensive Community Mental Health) di FBA kepada aceHTrend, Kamis (8/11/2018).

Sementara itu, Ketua Panitia Bersama, Saifullah, menjelaskan Peringatan Hari Disablitas Sedunia di Aceh dilatarbelakangi oleh kondisi pembangunan yang tidak memihak bagi kaum disabilitas. Sebelumnya peringatan ini selalu dibuat di Kota Banda Aceh, tapi untuk tahun ini peringatan HDS dibuat di Aceh Besar, tepatnya di gedung Politeknik Aceh, Pango karena gedungnya cukup akses untuk disabilitas.

“Dengan adanya peringatan HDS ini dapat dijadikan sebagai ruang bagi disabilitas untuk mengeksplorasi kemampuan yang mereka miliki. Selain itu juga berguna untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana memandang disabilitas tanpa melihat kekurangan baik secara fisik, maupun mental,” ujar Saifullah saat diskusi persiapan acara, Kamis siang (8/11/2018).

Ada sekitar 17 komuinitas dan organisasi penyandang disabilitas yang hadiri dalam rapat persiapan HDS ini. Bertempat di kantor FBA yang menjadi ruang sekretariat panitia HDS, mereka membuat struktur acara yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 2–3 Desember 2018.

Kegiatan ini terdiri atas acara seremonial dan diskusi isu disabilitas. Di hari pertama pembukaan akan dimeriahkan oleh beberapa penampilan dari Rafli Kande, Teater Rongsokan UIN Ar-Raniry, kata karate, musikalisasi, puisi inklusi dari disabilitas, pentas seni dari sekolah umum dan vocational, serta pantonim dari sekolah dasar luar biasa.

Selain itu juga akan ada bazar dan stan pameran dengan menampilkan hasil karya disabilitas, lomba mewarnai untuk anak TK dan SD, serta lomba orientasi mobilitas yang terbuka untuk umum.[]

Editor : Ihan Nurdin