Bappeda Aceh akan Efektifkan Penyusunan APBA Agar Berdampak pada Peningkatan Kesejahteraan

ACEHTREND. COM, Banda Aceh – Kepala Bappeda Aceh, Azhari Hasan mengatakan dalam dua tahun terakhir ini Pemerintah Aceh telah memberikan alokasi
anggaran yang relatif besar kepada program/kegiatan yang berkorelasi positif untuk menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh.

Pernyataan itu merespon trend penurunan persensase pengangguran di Aceh yang terus menurun. Data BPS Pusat terkini mengatakan angka pengangguran di Aceh berada pada posisi 6,36 persen.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk, Helvizar Ibrahim, mengatakan, Agustus 2017 tingkat pengangguran terbuka di Aceh ada pada 6,57 persen. Lalu terkoreksi menjadi 6,55 persen pada Februari 2018, dan kini ada pada angka 6,36 persen.

Azhari Hasan mencontohkan peruntukan anggaran untuk menurunkan angka pengangguran di Aceh, seperti pelatihan tenaga kerja untuk meningkatkan skil, memperbaiki mutu BLK dan sekolah vokasional, Pemberdayaan ekonomi bidang pertanian, industri kecil, UMKM serta mendorong pengembangan usaha sektor pariwisata dan industri kreatif dan lainnya.

Kepala Bappeda Aceh itu berharap dengan semakin efektifnya proses penyusunan anggaran (APBA) yang berbasis evidence based planning dan money follow program diharapkan kualitas program/kegiatan yang berdampak untuk menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran akan lebih fokus dan tepat sasaran sehingga diyakini mampu meningkatkan pendapatan/kesehjahtraan masyarakat sebagai impack dari program/kegiatan dimaksud.

“Dengan orientasi kesejahteraan maka otomatis akan berdampak bagi terkoreksinya masalah kemiskinan dan pengangguran di Aceh. Jadi, kita pastikan perencanaan pembangunan Aceh terus membaik sehingga apa saja yang menjadi kegiatan pembangunan harus dapat menyumbang hasil bagi mensejahterakan rakyat, dan ini kita mulai pada tingkatan Musrenbang,” sebutnya.

Sebelumnya, BPS Pusat menempatkan Aceh pada urutan ke-7 dari 10 provinsi yang diklaim masih memiliki angka pengangguran terbanyak.

Berikut daftar 10 provinsi dengan angka pengangguran terbanyak:
1. Banten (8,52 persen)
2. Jawa Barat (8,17 persen)
3. Maluku (7,27 persen)
4. Kepulauan Riau (7,12 persen)
5. Sulawesi Utara (6,86 persen)
6. Kalimantan Timur (6,60 persen)
7. Aceh (6,36 persen)
8. Papua Barat (6,30 persen)
9. DKI Jakarta (6,24 persen)
10. Riau (6,20 persen)

Angka pengangguran di Aceh itu meski secara nasional masih berada dalam 10 provinsi dengan angka pengangguran terbanyak namun dari waktu ke waktu terjadi penurunan.

“Meski turunnya kecil namun karena terus konsisten turunnya, ini bisa kita asumsikan bahwa kebijakan kita sudah on the track, tinggal kita tancap gas saja” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk, Helvizar Ibrahim, Sabtu (10/11).