Kekosongan Guru di Sekolah, Dewan Sorot Disdikbud Abdya

Kondisi ruang sidang paripurna penutupan pembahasan dan pengesahan Rancangan Qanun APBK 2019. (aceHTrend/Masrian Mizani)

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Terkait masih adanya kekosongan guru di sejumlah sekolah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), menjadi sorotan dari anggota DPRK setempat.

Sorotan tersebut disampaikan oleh Fraksi Abdya Bermartabat yang ditujukan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Abdya dalam sidang paripurna pengesahan Rancangan Qanun APBK 2019. Pasalnya, Fraksi Abdya Bermartabat sebelumnya mendapatkan temuan atas kekosongan tenaga pendidik di Kabupaten tersebut.

“Dari temuan kami beberapa waktu lalu, ada kekosongan guru dan penempatan tugas tenaga pendidik yang tidak relevan,” ungkap anggota fraksi Abdya Bermartabat, Ismawati, saat membacakan pendapat akhir dalam sidang paripurna penutupan pembahasan dan pengesahan Rancangan Qanun APBK 2019, Jumat (9/11/2018).

Ismawati menyebutkan, persoalan kekosongan guru di sekolah-sekolah Abdya, dulunya sudah pernah dilaporkan kepada pihak dinas terkait. Namun, katanya, sampai saat ini dinas tersebut belum juga menanggapi persoalan itu.

“Misalnya seperti Sekolah Dasar di Kecamatan Setia. Guru yang mengajar di sekolah SD itu hanya tiga orang. Begitu juga dengan sekolah-sekolah lain. Tentu ini harus menjadi catatan khusus bagi Disdikbud Abdya,” tegas Ismawati.

Pihaknya berharap, Dinas Pendidikan harus mengisi kekosongan guru pada sekolah-sekolah yang masih minim tenaga pendidik sebelum memasuki tahun anggaran 2019. Supaya proses belajar dan mengajar di sekolah-sekolah itu berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan.

“Selain itu, Disdikbud juga harus mempertimbangkan dalam penempatan guru di sekolah-sekolah, terutama jarak tempuh guru juga harus disesuaikan dengan jarak rumahnya agar perjalanan mereka ke sekolah tidak memerlukan waktu lama,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin