Menikmati Wisata Alam Lembah Pentago Bener Meriah

ACEHTREND.COM, Bener Meriah – Lembah Permata Dataran Tinggi Gayo atau yang disingkat dengan Lembah Pentago kini kembali bisa dikunjungi oleh banyak wisatawan. Berada di Kampung Blang Tampu, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, tempat ini pernah ditutup pada tahun 2011 dan dibuka lagi di tahun 2013 hingga sekarang.

Namun, kini tempat yang dijadikan sebagai wisata alam ini semakin banyak menyediakan spot wisata yang bisa dinikmati. Di antaranya yaitu, balap sepeda, area out bound, panjat tebing, mancing galatama, dan atraksi memetik hasil perkebunan dari pengelola Lembah Pentago.

Tempat wisata Lembah Pentago dengan luas lima hektare ini, milik seorang petani bernama Lamuddin. Ia tertarik untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Dataran Tinggi Gayo dengan konsep alam.

“Sejak tahun 2007 saya sudah mulai melakukan pembebasan lahan dengan membeli kawasan ini dari sembilan akte yang dimiliki warga. Sempat dijadikan sebagai tempat objek wisata sampai 2011 kemudian tutup karena konsepnya sudah berbeda dari yang saya inginkan. Lalu di 2013, kita mencoba membukanya kembali dengan konsep ekowisata, di mana di sini kita bisa merasakan suasana alam yang begitu alami dengan mendengar suara air, angin, dan, burung,” ujar Lamuddin kepada aceHTrend (22/09/2018) lalu.

Saat aceHTrend bersama rombongan Gathering Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Aceh ke mari, terlihat begitu hijaunya tempat yang ditumbuhi berbagai macam pohon dan tanaman. Pada bagian lembah terdapat sungai yang begitu jernih airnya dan sangat sejuk. Di samping sungai terdapat pohon bambu yang berjajar rapi. Di sinilah para rombongan istirahat sejenak dan melaksanakan salat dzuhur berjamaah.

Lokasi Lembah Pentago tidak terlalu jauh dari badan jalan raya, hanya sekitar 300 meter. Di sepanjang perjalanan menuju lembah terdapat hamparan kebun kopi, nangka, pisang, sowo, dan alpukat. “Nanti saat panen kita akan mengizinkan pengunjung untuk memetik hasil dari kebun kita yang bisa mereka nikmati dan bawa pulang,” kata Lamuddin.

Di tempat ini juga terdapat rumah panggung milik Lamuddin yang digunakan sebagai tempat menjamu para tamunya dan wisatawan. Di tempat ini pula kita disajikan makanan khas daerah setempat berupa masam jing jaher, ayam sengral, cecah anggur, dan taruk jepang rebus. Di rumah yang berkontruksi kayu tersebut kami menikmati makan siang sambil memandang pepohonan hijau, mendengar suara burung dan angin.

Konsep wisata alam ini sengaja dibuat oleh Lamuddin sehingga para pengunjung merasakan seperti berada di hutan. Namun, hutan yang tidak jauh dari perkampungan dan badan jalan. “Ini semua butuh proses bertahun-tahun sejak tahun 2007 hingga sekarang. Berbagai cobaan dan tantangan kita hadapi, bahkan sempat tutup juga selama dua tahun untuk meluruskan kembali konsep alam yang saya maksud,” lanjut Lamuddin.

Lembah Pentago yang dikelolanya sekarang kini mendapat dukungan dari pemerintah Bener Meriah sebagai tempat wisata alam. Pemerintah setempat pun menetapkan objek wisata Lembah Pentago sebagai juara I peraih penghargaan jasa melestarikan lingkungan hidup (Kalpataru) tingkat Kabupaten.

Bagi Anda yang ingin merasakan suasana alam sambil mendengar suara air, angin, dan burung bisa datang ke tempat wisata Lembah Pentago di Bener Meriah.[]

Editor : Ihan Nurdin