Muslizar: Proses Pembahasan APBK Abdya Melelahkan

Wabup Muslizar sedang memberikan sambutan pada sidang paripurna APBK Abdya. (aceHTrend/Masrian Mizani).

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Wakil Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya, Muslizar, mengatakan proses
pembahasan rancangan qanun APBK Tahun Anggaran 2019 menjadi Qanun APBK Tahun Anggaran 2019 sangat melelahkan.

Ia berterima kasih kepada seluruh anggota tim anggaran Pemkab Abdya dan Badan Anggaran (Banggar) DPRK Abdya yang telah bekerja keras dan mencurahkan perhatian untuk membahas rancangan qanun APBK Tahun Anggaran 2019 menjadi Qanun APBK Tahun Anggaran 2019.

“Kepada seluruh kepala SKPK, badan dan kantor agar senantiasa menggunakan dan mempertanggung jawabkan dana yang dialokasikan ke masing-masing bagian. Mari bersama-sama kita mengawasi SKPK yang menggunakan dana PAD untuk menyejahterakan dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat Abdya,” ungkap Muslizar dalam sambutannya pada acara sidang paripurna pembahasan penutupan rancangan qanun APBK tahun anggaran 2019, Jumat (9/11/2018).

Dalam kesempatan itu, Muslizar juga menyentuh terkait dibentuknya klinik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bermasalah.

“Klinik itu untuk para ASN yang ada di Abdya, apabila ada ASN yang sedikit bandel dan nakal, maka akan dibina di klinik itu,” katanya.

Selain itu, Muslizar juga menyatakan, pihaknya sudah mendirikan koperasi berbasis syariah, yaitu koperasi yang memberikan bantuan untuk para pedagang kecil yang ada di Abdya sebesar Rp500.000 per pedagang kecil. Sementara untuk pembayarannya, bisa dicicil sesuka hati sampai lunas, karena tidak ada patokan dalam pembayarannya, serta tidak ada potongan biaya administrasi.

Di bidang pertanian, Muslizar menyebutkan, Bupati Abdya menargetkan full mekanisasi, tanpa menggunakan tenaga manual. Ke depan bila ada kecamatan yang siap untuk menggarap lahan untuk masa tanam ketiga, dirinya mempersilakan berkoordinasi dengan unsur terkait.

“Tahun ini Abdya mendapat alokasi bibit 250 ton untuk lahan seluas 10.000 hektare yang berasal dari dana APBN. Dan untuk pengelolaan pasar pagi Blangpidie, kami serahkan ke Kecamatan Blangpidie, silakan ditertibkan dan silakan diatur sebaik mungkin karena kami sudah lelah berupaya memaksimalkan mengatur penjual di pasar pagi, yang sampai saat ini masih juga membandel,” pungkas Muslizar.[]

Editor : Ihan Nurdin