Pengangguran di Aceh Konsisten Turun, Helvizar: “Kebijakan kita sudah on the track”

ACEHTREND. COM, Banda Aceh – Angka pengangguran di Aceh meski secara nasional masih berada dalam 10 provinsi dengan angka pengangguran terbanyak namun dari waktu ke waktu terjadi penurunan.

“Meski turunnya kecil namun karena terus konsisten turunnya, ini bisa kita asumsikan bahwa kebijakan kita sudah on the track, tinggal kita tancap gas saja” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk, Helvizar Ibrahim, Sabtu (10/11).

Helvizar mengatakan, Agustus 2017 tingkat pengangguran terbuka di Aceh ada pada 6,57 persen. Lalu terkoreksi menjadi 6,55 persen pada Februari 2018, dan kini ada pada angka 6,36 persen.

“Angka koreksi yang baru 0,19 persen ini tentu saja belum maksimal, kita bertekad ke depannya makin besar lagi. Tapi, karena angka pengangguran kita terus konsisten turun maka kita tetap perlu mensyukurinya. Tapi, kita jelas akan mengkoreksi ke dalam agar capaian ke depan bisa lebih maksimal lagi, untuk itu kita siap kerja keras lagi,” katanya.

Helvizar mengaku akan lebih memfokuskan usaha-usaha menyiapkan sumber daya pekerja Aceh agar ramah dengan dunia kerja.

“Untuk itu kita akan memperhatikan angkatan kerja di Aceh dengan memberi mereka ragam pelatihan yang memungkinkan mereka menjadi tenaga kerja siap pakai,” sebutnya.

Dijelaskan oleh Helvizar, sektor usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja dan karena itu dapat menyumbang bagi penurunan angka pengangguran di Aceh, salah satunya adalah sektor pertanian. “Jika sektor ini digenjot maka sangat signifikan untuk menurunkan angka pengangguran di Aceh,” sebutnya.

Helvizar juga melihat potensi yang dapat menurunkan angka pengangguran adalah sektor industri rumah tangga dan industri yang melibatkan dukungan investor.

“Disektor kerajinan tangan saja itu sangat membantu menyerap tenaga kerja khususnya untuk angkatan kerja usia muda. Jika Aceh terus menyiapkan infrasturktur yang mengundang investor dari luar maka ini juga akan membantu mengatasi masalah pengangguran di Aceh,” sebutnya.

Kepala Bappeda Aceh, Azhari Hasan mengatakan dalam 2 tahun terakhir ini Pemerintah Aceh telah memberikan alokasi
Anggaran yang relatif besar kepada program/kegiatan yang berkorelasi positif untuk menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh seperti pelatihan tenaga kerja untuk meningkatkan skil, memperbaiki mutu BLK dan sekolah vokasional, Pemberdayaan ekonomi bidang pertanian, industri kecil, UMKM serta mendorong pengembangan usaha sektor pariwisata dan industri kreatif dan lainnya.

Diharapkan dengan semakin efektifnya proses penyusunan anggaran (APBA) yang berbasis evidence based planning dan money follow program kita harapkan kualitas program/kegiatan yang berdampak untuk menurunkan angkan kemiskinan dan pengangguran akan lebih fokus dan tepat sasaran sehingga diyakini mampu meningkatkan pendapatan/kesehjahtraan masyarakat sebagai impack dari program/kegiatan dimaksud.

“Dengan orientasi kesejahteraan maka otomatis akan berdampak bagi terkoreksinya masalah kemiskinan dan pengangguran di Aceh. Jadi, kita pastikan perencanaan pembangunan Aceh terus membaik sehingga apa saja yang menjadi kegiatan pembangunan harus dapat menyumbang hasil bagi mensejahterakan rakyat, dan ini kita mulai pada tingkatan Musrenbang,” sebutnya. []