Cisah dan Perisa Bersihkan Makam Keturunan Rasullulah di Aceh Utara

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – LSM Center of Information for Samudra Pasai Heritage (Cisah) dan Pelajar Peduli Sejarah Aceh (Pelisa) melakukan meuseuraya (gotong-royong) di Kompleks Makam Ahlul Bait Rasulullah di Desa Mancang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Selasa (20/11/2018).

Masyarakat sekitar menyebutnya makam jeurat Sayyid Syarif. Gotong Royong ini dilakukan untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad saw.

Ketua Cisah Aceh Utara, Abdul Hamid, yang akrab disapa Abel Pasai mengatakan, mereka fokus membersihkan Kompleks Makam Sayyid ‘Imaduddin ‘Ali Al-Husainiy Al-Hasaniy itu karena berlumpur setelah digenangi banjir akibat meluapnya Krueng Pase, pada 17 November 2018.

Hamid menjelaskan, makam Ahlul Bait Terawal dengan monumen makam (cenotaph) yang terbuat dari pualam milik salah seorang tokoh penting Kesultanan Sumatra (Pasai) keturunan Rasulullah saw.

Nisan ini sendiri dipesan khusus dari Bandar Khambhat (Cambay), Gujarat, oleh otoritas Kesultanan pada abad ke-15 Masehi.

Sampai saat ini, menilik pada tahun wafatnya (827 H/1424 M) yang terdapat dalam inskripsi nisannya, beliau merupakan keturunan Rasulullah (ahlul bait) yang terawal di Asia Tenggara yang tercatat berdasarkan bukti prasasti.

“Beliau merupakan keturunan Rasulullah yang memiliki jalur nasab sekaligus dari kedua cucunya yaitu Sayyidina Husain r.a dan Sayyidina Hasan r.a, seperti yang tercantum dalam inksripsi nisannya,” jelasnya.

Merujuk hasil bacaan inskripsi nisan beliau oleh sejarawan dan sekaligus ahli epigrafi asal Aceh, Taqiyuddin Muhammad, yang pernah dirilis Cisah, berikut ini alih aksara dan bahasa pada prasasti nisan itu:

‘Inilah kubur hamba yang lemah, yang semoga dirahmati lagi diampuni, yang mengharap pada rahmat Allah Yang Maha Pemberi segala bantuan. Wafat tuan yang ‘alim, sempurna, utama, zuhud, bertaqwa dan suci [hatinya] Sayyid ‘Imaduddin ‘Ali bin Sayyid ‘Izzuddin bin Ishaq Al-Husainiy Al-Hasaniy pada hari Jum’at 19 dari bulan Muharram tahun 827 [dari hijrah Nabi SAW]’.

“Oleh karena begitu pentingnya peran beliau dalam proses dakwah islamiyyah di kawasan Asia Tenggara dahulu, makam beliau kami rekomendasikan untuk dapat dikunjungi oleh setiap muslim yang sempat datang ke Aceh,” ujar Abel Pasai.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK