Politisi Tamiang Ini Ingatkan Potensi Pemicu Konflik Melalui Narasi Sejarah

ACEHTREND. COM, Banda Aceh – Salah satu faktor pemicu konflik yang harus juga diperhatikan untuk pencegahan konflik berulang adalah narasi sejarah yang beredar di masyarakat.

“Saya kira banyak potongan-potongan sejarah yang ada di masyarakat tidak sesuai dengan kenyataan, dan ini bahaya bila tidak dilakukan rekontruksi sejarah, ” kata Asrizal H Aznawi dalam diskusi lepas di Banda Aceh, Selasa (20/11).

Politisi asal Tamiang itu mencontohkan tentang narasi sejarah tokoh Amir Husein Al Mujahid yang sangat provokatif, seperti kisah pencopotan pangkat Teuku Nyak Arief dan kisah perkawinannya yang dibumbui dengan kisah yang menjatuhkan kehormatan Sang Jenderal Mayor itu sendiri.

“Saya mendapatkan banyak narasi yang dapat memicu sakit hati bagi yang paham rekam jejak beliau, dan ini perlu direkontruksi ulang, juga terhadap tokoh-tokoh lainnya, termasuk pula hubungan diantara para tokoh Aceh yang secara naratif seakan mereka satu sama lain bermusuhan, ” kata Asrizal.

Lemahnya narasi sejarah para tokoh di berbagai daerah yang ada di Aceh juga menjadi penyebab kurangnya penghormatan generasi terkini terhadap sosok-sosok yang sudah berjasa bagi Aceh.

“Saya kasih contoh T Raja Silang dari Kerajaan Karang Tamiang (1901-1925). Beliau adalah pejuang yang mengibaratkan diri burung yang merdeka di udara sehingga tidak mungkin berkerjasama dengan penjajah Belanda, sayangnya jejak perlawanan beliau tidak mendapat penghormatan, sekalipun hanya dengan penabalan nama beliau untuk nama jalan, ” papar Asrizal.

Asrizal mengajak Pemerintah Aceh untuk peka dengan semua yang dapat menjadi pemicu kembalinya konflik, salah satunya adalah rusaknya narasi sejarah yang beredar di masyarakat.

Anggota DPRA itu juga mendorong rekan-rekannya di DPRA untuk bersedia memperjuangkan aspirasi penulisan ulang sejarah Aceh untuk kepentingan pencegahan konflik berulang.

“Kita harus mau peduli perbaikan narasi sejarah ini, termasuk dengan menghadirkan Museum Tokoh Aceh sebagai rujukan bersama bagi generasi milenial,” tutupnya. []

KOMENTAR FACEBOOK