Mobil Listrik 1 Miliar Akan Kunjungi Aceh, Plt Gubernur: “Kita Sambut Spirit Perubahan”

ACEHTREND. COM, Banda Aceh – Mobil listrik karya anak bangsa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkerjasama dengan Universitas Budi Luhur seharga 1 miliar direncanakan singgah di Aceh.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengkonfirmasi kesediaannya untuk menerima kedatangan Tim Blits Explore Indonesia yang membawa dua mobil listrik yang masih prototype itu setiba di Banda Aceh.

“Kita siapkan penyambutan sebagai pertanda bahwa Aceh siap menyambut dan menjemput perubahan, ” kata Nova Iriansyah, Jumat (23/11).

Menurut Nova, Aceh juga tidak kalah progresif terkait mobil listrik. Dari Unsyiah juga pernah hadir mobil listrik hemat energi bernama Malem Diwa Urban R 2.0 karya mahasiswa dari jurusan Teknik Mesin dan Elektro, Fakultas Teknik (FT) Unsyiah.

Mobil Listrik Malem Diwa,  Unsyiah
Mobil Listrik Malem Diwa, Unsyiah

“Itu sudah pernah diluncurkan Februari lalu, ” kata Nova Iriansyah.

Tim Blits Explore Indonesia melakukan perjalanan keliling Indonesia dengan mobil listrik sebagai cara menguji kelayakan komponen pada total jarak tempuh 15 ribu KM selama 100 hari.

“Ada dua jenis mobil listrik yang ikut dalam perjalanan explore Indonesia. Mobil jenis Hybrid Series Kasuari dengan kekuatan 40 KWh dan mobil jenis BLITS dengan kekuatan bateray 90 KWh,” kata Direktur Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI SKO) ITS Muhammad Nur Yuniarto¬†yang juga sebagai Ketua Tim Blits Explore Indonesia.

Mobil Listrik Blits dan Kasuari ITS dan Budi Luhur

Dengan kekuatan itu, disebutnya Hybrid Series Kasuari mampu menempuh jarak 150 KM sedangkan BLITS mampu menempuh jarak 350 KM.

“Karena masih dalam tahap riset komponen, maka harga mobil listrik ini juga masih mahal, sekitar 1 miliar,” tambahnya.

Dijelaskan juga, dari sisi hemat, mobil listri karya ITS dan Budi Luhur ini terbilang cukup hemat. 1 KWh bisa menempuh 1 KM. Harga listrik 1 KWh adalah Rp 1.500 sedangkan bensin perliter Rp 7.500. Jika dengan Rp 7.500 bisa membeli 5 KWh maka bisa menempuh 25 Km dengan zero emisi.

Plt Gubernur Aceh mengatakan potensi untuk menghadirkan mobil listrik di jalanan Aceh sangat terbuka. “Ini karena kita punya potensi listrik yang besar, setidaknya ada 17 titik lokasi, yang bila kita kelola dengan baik akan memungkinkan kita mempercepat menyambut perubahan, ” sebutnya.

Rektor Unsyiah, Samsul Rizal membenarkan bahwa Unsyiah sudah pernah meluncurkan mobil listrik bernama Malem Diwa Malem Diwa Urban R 2.0.

“Karya mahasiswa ini juga diikutkan di Internasional Shell Eco Marathon awal Maret lalu di Singapura,” sebutnya.

Di subkategori baterai elektrik, mobil Malem Diwa Urban dari Unsyiah berhasil menempati posisi ke delapan dengan 57 km/kWh, mengalahkan mobil Genetro Suryo dari Universitas Muhammadiyah Malang, dan juga mengalahkan tim dari Singapura yang merupakan tuan rumah acara tersebut, yaitu mobil ElectroLiTE dari Institute of Technical Education (ITE) pada posisi ke sepuluh dengan 51 km/kWh, dan mobil Nanyang E Drive dari Nanyang Technological University dengan 43 km/kWh.

Nur Yuniarto melaporkan saat ini mereka sedang dalam perjalanan dari Bengkulu menuju Palembang bersama tim PLN. Direncanakan mereka juga akan singgah di Padang, Danau Toba dan Medan.

“Jika tidak ada halangan, paling cepat diperkiran 15 hari lagi tiba di Aceh,” kata Dr. Ir. Muhammad Nur Yuniarto, Dosen ITS yang menjadi Ketua Tim Blits Explore Indonesia. []

KOMENTAR FACEBOOK