Walikota Lhokeumawe Kembali Larang Perempuan Ngangkang di Sepeda Motor

Pengendara yang terjaring razia Wilayatul Hisbah karena penumpang di jok belakang sepeda motor tertangkap mata duduk mengangkang. (Ist)

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe- Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya kembali melarang perempuan ngangkang ketika dibonceng di atas sepeda motor. Menurut walikota asal Partai Aceh itu, ngangkang tidak sesuai dengan kebudayaan masyarakat Aceh.

Untuk mempublikasikan aturan yang sempat berlaku beberapa tahun lalu dan mengundang kontroversial itu, Suadi memerintahkan jajaran Polisi Syariah alias Wilayatul Hisbah dan satuan Polisi pamong Praja untuk melakukan razia di jalan-jalan umum.

Pun demikian, dia menegaskan bahwa larangan mengangkang ketika duduk di jok belakang sepeda motor, merupakan himbauan semata, bukan peraturan walikota.

“Walau dirazia, siapa saja yang mengangkang tidak memiliki sanksi apapun. Hanya ditegur saja,” kata Suadi, Jumat (23/11/2018)

Menurut Suadi, razia yang kembali dilakukan oleh Wilayatul Hisbah sebagai bentuk upaya mengingatkan kembali warga Lhokseumawe atau siapa saja yang melintas, bahwa mengangkang di jok belakang sepeda motor, tidak sesuai dengan kebudayaan Aceh.

“Sama seperti kewajiban memakai jilbab, menutup aurat, maka larangan mengangkang di jok belakang juga tidak kami buatkan peraturan walikota, cukup sekedar himbauan saja,” katanya.

Di periode pertama sebagai Walikota Lhokseumawe, tepatnya 8 Januari 2013, Suadi sempat membuat heboh se Indonesia dengan peraturan larangan duduk ngangkang bagi perempuan di jok belakang sepeda motor. Penerapan syariat Islam menjadi alasan baginya untuk membuat seruan tersebut. Suadi mengabaikan saja bahwa duduk menyamping bagi yang dibonceng di sepeda motor, memiliki resiko besar bagi keselamatan.

Editor: Muhajir Juli

KOMENTAR FACEBOOK