Ketua TKD Aceh: Sampaikan Prestasi Jokowi, Jangan Layani Fitnah

ACEHTREND.COM,Lhoksukon-Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Aceh pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden RI momor urut 1 Ir. H. Joko widodo-Prof. Kyai. H. Ma’ruf Amin, Teungku Irwansyah alias Muksalmina, mengajak seluruh jararannya untuk menyampaikan program pembangunan yang telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di periode pertama memimpin Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Teungku Irwansyah kala bersilaturahmi dengan alim ulama di Aceh Utara, Sabtu (24/11/2018) serta konsolidasi dan penguatan tim pemenangan yang bergabung dalam Jowin Aceh. Kegiatan itu digelar di Dayah Nurul Hasanah, Simpang Paya, kecamatan Nibong, Aceh Utara.

Pada kesempatan itu, Irwansyah mengatakan terkait dengan permintaan masyarakat setempat tentang revitalisasi pendukung utama pertanian sawah, saat ini pemerintah sedang mengebut menyelesaikan Waduk Keureuto yang akan diresmikan berurutan dengan Arun pada 15-16 Desember 2018.

Saat ini Presiden Indonesia Joko Widodo terus melakukan pembangunan infrastruktur besar demi memacu laju pertumbuhan daerah di luar Jawa. Bila sebelumnya fokus pemerintah hanya Jawa sentris, di rezim Jokowi justru daerah luar Jawa mendapat perhatian besar.

Dana Desa yang digulirkan sejak Jokowi-Kalla memimpin Indonesia sejak 2014, juga bentuk komitmen pemerintah membangun Indonesia dari pinggir. Di masa Jokowi, pemerintah desa diberikan kewenangan yang sangat besar yaitu merencanakan sekaligus melakukan pembangunan secara mandiri, yang seluruhnya dibiayai oleh APBN.

“Program Dana Desa dimulai sejak Pak Jokowi memimpin Indonesia. Sebelumnya tidak pernah ada. Desa diberikan kewenangan yang sangat besar oleh pemerintah. Sayangnya, baik bupati, camat dan kepala desa menyembunyikan ini dari publik. Mereka diam seribu bahasa tidak mau mensosialisasikannya kepada masyarakat,” katanya.

Di bidang keagamaan, setelah mendapatkan masukan dari berbagai ulama di Aceh, Muksalmina menyampaikan gagasan pendirian Kementerian Pesantren. Jokowi menyambut baik gagasan itu, dan berkomitmen akan mewujudkan. RUU Pendidikan Pesantren saat ini sedang dibahas di DPR RI.

DI Aceh sendiri, tahun 2019 akan dibangun klinik kesehatan di berbagai dayah di Aceh lengkap dengan ambulan dan dua orang dokter masing-masing dokter umum dan dokter gigi. Kemudian juga akan dibangun fasilitas pelatihan vokasi (keterampilan).

“Kehadiran klinik sendiri karena diawali dari permintaan Abi Dayah Ule Titi kepada saya ketika salah seorang santrinya sakit keras. Karena diajukan kepada saya, tak mungkin saya urus hanya untuk satu dayah saja. Maka saya meminta dalam jumlah yang banyak kepada presiden dan alhamdulillah diterima,” ujarnya, sembari menjelaskan bahwa klinik tersebur juga bisa diakses oleh publik.

Sayangnya banyak program kerakyatan yang dilakukan oleh Jokowi, dibalas dengan fitnah oleh kelompok yang tidak ingin dipimpin oleh Presiden Jokowi. Hal ini serupa dengan yang pernah dialami oleh Irwandi Yusuf kala maju untuk kedua kali pada Pilkada Aceh 2012. Dia difitnah sebagai gubernur yang mendirikan gereja.

“Untuk semua fitnah itu, jangan kita layani. Jangan habiskan waktu untuk itu. Mari bersama-sama kita terangkan kepada rakyat tentang apa saja yang sudah dilakulan oleh Pak Jokowi,” imbuhnya.