Ekonom Minta PDPA Terdepan dalam Pengelolaan KEK Arun

Ekonom Unsyiah Rustam Effendi.@aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Pakar Ekonomi Unsyiah Rustam Effendi meminta Pemerintah Aceh mengarahkan Perusahaan Daerah Pemerintah Aceh (PDPA) untuk memulai pengembangan KEK Arun dengan mengolah hasil-hasil di sektor pertanian. PDPA harus berada di depan untuk segera memulai aktivitas ekonomi di KEK Arun.

“Saya pikir dari empat sektor rencana bisnis utama kawasan KEK Arun Lhokseumawe, PDPA dapat menjadi sebagai pioner, mereka harus fokus pada sektor tertentu. Ia harus berada di depan. Menjadi satu badan yang mengambil bagian untuk mengelola hasil-hasil pertanian,” kata Rustam Effendi kepada aceHTrend, setelah seminar percepatan pembangunan di Hotel Kyriad Muraya, Senin (3/12/2018).

Menurutnya, PDPA dapat mengembangkan potensi pada agroindustri dan turunannya serta pengembangan di bidang hasil laut. Pemerintah Aceh dapat mendorong PDPA-nya, dengan demikian akan terlihat aksinya. Ini penting untuk memancing investor di sektor lain.

“Kita punya hasil pertanian yang banyak, maka olah itu dulu. PDPA harus berupaya keras meyakinkan calon investornya. Pemerintah Aceh, dalam hal ini Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dapat lebih fokus mengarahkan kerja PDPA agar melakukan dulu apa yang mungkin dilakukan dalam waktu dekat,” kata Rustam.

Ia menambahkan, untuk Pertamina misalnya, yang bisa dilakukan sekarang ditangani lebih dulu. Misalnya, dari pembangkit listrik yang sudah ada, apa yang sudah ada itu dapat dimanfaatkan, sementara yang belum bisa disempurnakan sambil jalan,

“Nanti, dengan diresmikan oleh Presiden pada Desember ini, akan menjadi sinyal bagus. Jadi semua pihak harus serius menjalankan KEK Arun ini. Ini momentum bagus untuk daerah kita,” katanya.

Ia meminta kepada Plt Gubernur Aceh dapat memimpin mereka. Rustam yakin Plt Gubernur memiliki komunikasi yang bagus dan paham mengenai teknis tersebut sesuai latar belakang keilmuannya.

Ia juga mengingatkan agar PDPA perlu dibenahi secara internal, termasuk mendefinitifkan direkturnya. Baru setelah itu menyusun rencana bisnis yang matang. Hal yang sama juga ditujukan untuk BPMA selaku otoritas di sektor migas, kepalanya perlu segera definitif.

“Ini sudah mendesak,” kata Rustam.

“Sebetulnya semua sektor di KEK Arun ini akan bermanfaat sebagai pencipta lapangan kerja. Lulusan teknik kita bisa berpeluang bekerja. Kalau dibuka nanti semuanya, termasuk teknik kimia untuk pupuk dan segala macam akan menyerap lapangan kerja,” katanya.

Ia mengatakan, PDPA yang berada di bawah Pemerintah Aceh perlu memperkuat langkah-langkah di hilirnya. Proses hilirisasi dapat diemban oleh badan ini. Lembaga itu juga harus jelas siapa yang pimpin. Yang memiliki kecakapan dan profesional yang bisa menjalankan rencana kerja yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan wilayah.

“Tolong mulai dulu, nanti di mana yang kurang bisa disampaikan kepada Pemerintah Pusat, apa yang diperlukan, apakah dimasukkan dalam APBN untuk program strategis, atau bagaimana. Intinya harus ada yang memulai dulu,” pintanya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK