Guru Merupakan Penggerak Perubahan di Era Revolusi Industri 4.0

@aceHTrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Wakil Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya, Muslizar MT mengatakan, meskipun tugas utama seorang guru sebagai pendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi setiap peserta didik, profesi guru juga sangat melekat dengan integritas dan pembentuk kepribadian peserta didik.

Seorang guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik, tetapi turut menanamkan nilai-nilai dasar pengembangan karakter peserta didik dalam kehidupannya. Termasuk dalam pemanfaatan kemajuan teknologi informasi secara bijak serta sebagai inspirator bagi anak didiknya.

Hal tersebut disampaikan Muslizar dalam upacara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-73 PGRI tahun 2018 yang bertema “Guru sebagai Penggerak Perubahan dalam Era Revolusi Industri 4.0” di halaman Kantor Bupati Abdya, Senin (3/12/2018).

“Atas nama pribadi dan pemerintah, saya menyampaikan ucapan selamat kepada semua guru dan tenaga kependidikan Indonesia, baik yang ada di dalam maupun di luar negeri. Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya juga kami sampaikan atas dedikasi, komitmen, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Muslizar menyebutkan, peningkatan profesionalisme yang menyangkut sikap mental dan komitmen para guru untuk selalu meningkatkan kualitas agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman. Walaupun, teknologi informasi berkembang demikian cepat dan sumber-sumber belajar begitu mudah diperoleh, tetapi peran guru sebagai pendidik tidak tergantikan oleh kemajuan teknologi tersebut.

“Kita tahu bahwa Indonesia telah memenuhi kriteria sebagai negara besar jika dilihat dari ukuran wilayah, jumlah penduduk, kekayaan alam, dan keragaman budayanya. Keunggulan komparatif ini harus kita kejar dengan keunggulan kompetitif di bidang SDM,” ujarnya.

Muslizar mengatakan, ada tiga ciri guru profesional, yaitu guru yang telah memenuhi kompetensi dan keahlian inti sebagai pendidik. Kedua, mampu membangun kesejawatan bersama rekan-rekan sejawat, guru terus belajar, mengembangkan diri, dan meningkatkan kecakapan untuk mengikuti laju perubahan zaman.

“Ketiga, seorang guru yang profesional hendaknya mampu merawat jiwa sosialnya. Para guru Indonesia adalah para pejuang pendidikan yang sesungguhnya, yang menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawab mulia sebagai panggilan jiwa. Dengan segala tantangan dan hambatan, para guru Indonesia berada di garda terdepan dalam pencerdasan kehidupan bangsa,” kata Muslizar.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK