KOMPAK Fasilitasi Perumusan Model Penurunan Angka Stunting Aceh

ACEHTREND.COM, Takengon – Program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) dari kerja sama Indonesia-Australia, memfasilitasi pertemuan perumusan strategi percepatan penurunan stunting terintegrasi di Aceh.

Menurut Dicky Ariesandi, Provincial Manager KOMPAK, yang ditemui di sela-sela pertemuan tersebut di Aceh Tengah, Selasa (4/12), mengatakan kemitraan Indonesia-Australia untuk mendukung upaya penurunan angka kemiskinan melalui peningkatan pelayanan dasar dan pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin dan rentan miskin.

“Dukungan teknis untuk Pemerintah Aceh menyiapkan model intervensi pencegahan stunting terintegrasi, salah satu bentuk dukungan program kemitraan tersebut,” kata Dicky.

Perumusan model percepatan penurunan stunting ini, lanjut Dicky, dipimpin Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejateraan Rakyat Setda Aceh, Satuan Kerja Perangkat Aceh, BAPPEDA, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG), Dinas Kesehatan Aceh, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Biro Hukum, Biro HUMAS, stakeholder utama lainnya seperti POLTEKKES, UNICEF, dan unsur terkait di kabupaten/kota.

Dicky menjelaskan, model penurunan stunting terintegrasi di Aceh dikembangkan berdasarkan panduan nasional, dan diharapkan akan ditetapkan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh.

“Model yang dihasil tim perumus diharapkan akan ditetapkan dalam bentuk Pergub Aceh, supaya integrasi kegiatan memiliki dasar hukum dan mengikat tanggung jawab multisektor,” kata Dicky.

Lebih lanjut Dicky menjelaskan, salah satu penekanan Pergub Aceh tetang model penanganan stunting terkait dengan koordinasi dan komunikasi lintas sektor disemua level, menjadi bagian yang paling penting, terutama pelaksanaan komunikasi dan koordinasi saat penyusunan rencana kerja dan anggaran disemua tingkatan pemerintahan serta pelaksanaannya.

Selanjutnya Dicky berharap, Pergub tentang Model Percepatan Penurunan Stunting Aceh menjadi dasar dalam pelaksanaan pencegahan dan penanganan stunting tahun 2019.[]

KOMENTAR FACEBOOK