Bertemu Menteri Pertahanan GAM, Muksalmina Bahas Soal Masa Depan Kombatan

ACEHTREND.COM,Banda Aceh- Teungku Irwansyah alias Muksalmina, bekas Juru Bicara Pusat Komite Peralihan Aceh (KPA), yang juga salah seorang elit militer di tubuh Teuntra Neugara Aceh (TNA) Selasa (4/12/2018) bersilaturahmi ke kediaman Zakaria Saman. Pada silaturahim yang bertepatan dengan milad GAM ke -42 itu, Muksalmina berdiskusi banyak hal tentang masa depan kombatan.

Di hadapan Zakaria Saman yang akrab disapa Apa Karia yang merupakan bekas Menteri Pertahanan GAM, Muksalmina mengatakan mulai saat ini para elit GAM sudah harus duduk kembali, menyamakan persepsi untuk perjuangan bangsa Aceh dalam koridor NKRI.

Salah satu yang menjadi fokus pembicaraan adalah pemberdayaan ekonomi eks kombatan GAM, serta anak kombatan yang yatim dan piatu. Hingga saat ini, menurut Muksalmina, walaupun dalam kesepakatan damai –MoU Helsinki– ada point tentang pemulihan dan pemberdayaan eks kombatan, tapi dalam prakteknya tidak ada program yang benar-benar fokus. Sehingga hingga saat ini hal tersebut belum selesai.

“Misal soal pembagian lahan bagi eks kombatan sebagai tempat mereka membangun pondasi ekonomi, hingga saat ini belum jelas bagaimana. Di mana lahannya? Siapa yang mengelola program itu? Hingga kini tidak jelas. Ke depan skema apa yang akan dipakai untuk menjawab sengkarut ini? Tentu harus dibicarakan bersama,” kata Muksalmina.

Di hadapan Apa Karia, Muksalmina juga mengatakan, bila di level Aceh komunikasi tentang itu belum selesai, tentu pihak Pusat tidak akan memberikan tanggapan yang serius. Apalagi rentang perjanjian damai yang sudah belasan tahun, banyak orang di berbagai kementerian yang paham tentang perjanjian Helsinki, sudah pensiun.

“Hal-hal yang belum selesai, termasuk pemberdayaan ekonomi eks kombatan, harus kita bahas di level Aceh. Harus ada grand design tentang itu. Makanya kita perlu duduk bersama dengan melibatkan multi pihak, dalam rangka mengadvokasi kepentingan Aceh yang sudah disepakati di dalam MoU Helsinki,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Zakaria Saman menyatakan sikap seide tentang apa yang disampaikan oleh Irwansyah. Ia juga mahfum masih banyak hal yang belum direalisasikan terkait point-point MoU Helsinki.

“Saya tetap memberikan dukungan dan siap diajak untuk bersama-sama membangun Aceh termasuk merancang program pemberdayaan ekonomi mantan kombatan,” kata Zakaria Saman. []