Tak Kantongi Izin, Polisi Hentikan Pelatihan Perangkat Gampong di Abdya

Penanggung Jawab LP2ED, Heppy.@aceHTrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Perangkat Gampong di Kabupaten Aceh Barat daya yang dilakukan oleh Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Ekonomi Desa (LP2ED) Provinsi Aceh dihentikan oleh pihak kepolisian setempat. Pasalnya, kegiatan pelatihan itu dilakukan tanpa adanya surat izin kegiatan, Kamis (6/12/2018).

Penanggung jawab LP2ED, Heppy, kepada awak media membenarkan kegiatan tersebut dihentikan oleh pihak kepolisian. Ia mengaku, penghentian tersebut lantaran pihaknya tidak mengajukan surat permohonan izin kegiatan kepada kepolisian setempat.

“Benar, tadi itu kegiatan kita dihentikan lantaran tidak memiliki izin. Tapi sekarang kita sudah koordinasi dengan pihak kepolisian, dan sekarang kita diminta untuk melengkapi berkas-berkasnya. Insyaallah setelah berkas ini lengkap, besok kegiatan pelatihan kembali kita lanjutkan,” ungkap Heppy, Kamis (6/12/2018).

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) Abdya, Yusan Sulaidi, selaku fasilitator dalam pelatihan tersebut mengatakan, pemberhentian kegiatan pelatihan tersebut dimungkinkan karena adanya kekeliruan dari pihak LP2ED terkait masalah perizinan.

“Mereka kan pertama sekali mengisi kegiatan di Abdya, mungkin mereka kurang tau prosedurnya. Tapi saya sudah ditelpon juga oleh pihak LP2ED, mereka sedang melengkapi surat perizinan kegiatannya,” katanya.

Yusan menyebutkan, kegiatan pelatihan tersebut diikuti oleh tiga perwakilan dari masing-masing gampong yang terdiri atas Sekretaris Desa (Sekdes), Kaur dan Tuha Peut Gampong. Sementara untuk anggaran pelatihan semua ditanggung oleh pihak gampong-gampong masing-masing.

“Kegiatan ini diperuntukkan bagi perangkat gampong, anggarannya sebesar Rp4 juta dari masing-masing gampong, dan kegiatan ini sesuai dengan perbup karena pelatihan ini sangat dibutuhkan oleh perangkat gampong. Sementara kita di DPMP4 hanya sebagai fasilitator dalam kegiatan ini, salah satunya untuk menguji salah satu lembaga yang layak dan sesuai standar dalam memberikan pelatihan,” ujarnya.

Dalam acara ini, pelatihan dijadwalkan selama dua hari dengan tiga titik penempatan, yaitu Aula Hotel Louser, Aula Grand House Kana Pakat, dan Aula Arena Motel.[]