Tokoh Agama Nilai Aneh Indeks Kerukunan Beragama Aceh Berada di Papan Bawah

Dr Ibnu Hasan Mukhtar memaparkan hasil survei indeks kerukunan umat beragama Prov Aceh dalam FGD di Kanwil Kemenag Aceh, Kamis, 6 Desember 2018. @aceHTrend/Hasan Basri

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Peneliti dari Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag RI melaporkan, Indeks Kerukunan Beragama Provinsi Aceh berada di papan bawah, yaitu di peringkat 32 dari 34 provinsi di Indonesia.

“Hasil pada 2018 ini mulai membaik dibanding tahun 2017 yang berada di posisi penutup. Tahun 2018 Indeks Kerukunan Beragama Aceh berada di atas Banten dan Sumbar yang berada di posisi juru kunci,” kata Dr. H. Ibnu Hasan Mukhtar Lc, MA, peneliti dari Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag RI dalam FGD di Kanwil Kemenag Aceh, Kamis (6/12/2018).

Akademisi UIN Ar-Raniry yang juga wakil ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh, Prof. Dr. A Hamid Sarong SH, MH, menilai janggal dan tidak masuk akal hasil survei ini.

“Apalagi pada metode pengumpulan data secara kualitatif dan hanya dalam bentuk wawancara. Seharusnya digunakan juga kajian dokumen dan pengamatan di pusat-pusat kehidupan umat beragama di Aceh,” kata Hamid.

Kita dengan mudah dapat menyaksikan, lanjut Hamid, tak ada masalah soal kerukunan umat beragama di Aceh.

“Hanya di Singkil yang ada sedikit masalah dan sepertinya itu juga ada unsur rekayasa. Kalau di Banda Aceh, terdapat pemukiman yang berbaur umat beragama seperti di Peunayong. Kehidupan umat beragama di Peunayong sangat rukun,” sebut Hamid.

FGD pendalaman Indeks Kerukunan Umat Beragama di Aceh dibuka oleh Kakanwil Kemenag, Drs. H. M Daud Pakeh, dipandu oleh Kasubbag Hukum dan KUB, Rakhmat Mulyana.

Ikut hadir dan memberi pandangan antara lain Nasir Zalba (Ketua FKUB Aceh), Dr. Mawardi (Ka Prodi Perbandingan Agama UIN Ar-Raniry), Sahnan Ginting (tokoh Hindu), Wiswadas (tokoh Buddha), Hasan Basri M Nur (anggota FKUB Aceh), dan lain-lain.[]