Tokoh Hindu di Aceh: Kami Damai Tinggal di Aceh

Pembimas Hindu, Sahnan Ginting (tengah) didampingi Wiswadas, tokoh Budha (kiri) dan Prof A Hamid Sarong (kanan). @aceHTrend/Hasan Basri

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Tokoh agama Hindu yang juga Pembimas Hindu pada Kanwil Kemenag Aceh, Sahnan Ginting SAg, mengatakan dirinya, keluarga, dan umat Hindu yang berbeda keyakinan dengan orang Aceh merasa nyaman, aman, dan damai tinggal di Aceh.

“Saya sudah 12 tahun pindah tugas ke Aceh. Sebelumnya ada saudara saya di kampung yang menilai aneh saya mau pindah ke Aceh,” kata Sahnan menanggapi hasil survei Indeks Kerukunan Umat Beragama di Aceh 2018 yang dipaparkan oleh peneliti Puslitbang Kemenag RI, Dr. Ibnu Hasan Mukhtar Lc, MA, yang melaporkan Provinsi Aceh berada pada peringkat ke-32 setelah Banten dan Sumatera Barat.

“Saya asli Karo, Sumatera Utara. Saya merasakan sangat rukun kehidupan umat beragama di Aceh. Kalau tidak rukun tentu saya sudah pindah,” sambung Sahnan sambil mengeritisi hasil survei itu dalam FGD Pendalaman Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama yang berlangsung di Kanwil Kemenag Aceh, Kamis (6/12/2018).

Dr Ibnu Hasan Mukhtar menjawab bahwa angka kerukunan di Aceh pada 2018 berada dalam ring rukun, bukan tidak rukun, dengan nilai 64.

“Tahun 2017 lalu nilainya 60 dan terbawah. Sementara tahun 2018 naik menjadi 64, di atas Banten dan Sumatera Barat,” kata Ibnu Hasan.

FGD pendalaman Indeks Kerukunan Umat Beragama di Aceh dibuka oleh Kakanwil Kemenag, Drs H M Daud Pakeh, dipandu oleh Kasubbag Hukum dan KUB, Rakhmat Mulyana. Ikut hadir dan memberi pandangan antara lain Nasir Zalba (Ketua FKUB Aceh), Prof Hamid Sarong (FKUB), Dr Mawardi (Ka Prodi Perbandingan Agama UIN Ar-Raniry), Wiswadas (tokoh Buddha), Hasan Basri M Nur (anggota FKUB Aceh), dan lain-lain.[]