IMM Abdya Minta Jangan Ada Pihak yang Memanfaatkan Anjloknya Harga Sawit

Munawir

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Ketua umum Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Aceh Barat Daya, Munawir, meminta petani sawit di Abdya agar tidak menjual kebun mereka meskipun saat ini harganya sangat merosot.

Munawir berpendapat, jika lahan perkebunan ikut dijual oleh petani dikarenakan murahnya harga TBS, maka akan berakibat fatal bagi petani itu sendiri.

“Menyimak kondisi harga TBS selama ini memang benar petani mengalami kekecewaan atas harga beli yang terlalu murah. Tentu ini sangat memberatkan para petani, apalagi hasil yang mereka dapatkan jauh berbanding dengan pengeluaran produksi, tentu kita juga khawatir dengan kondisi ini, sebab jika petani sudah terlanjur kecewa, yang kita takutkan lahan perkebunan milik mereka itu mereka jual,” ungkap Munawir, Sabtu (8/12/2018).

Menurut Munawir, persoalan murahnya harga jual kelapa sawit tentu menjadi pukulan telak bagi para petani. Apalagi sebutnya, banyak petani di sana yang terlilit kredit bank. Tentu persoalan itu akan memperparah ekonomi para petani dalam meningkatkan perekonomian mereka.

“Kita semakin khawatir dengan kondisi ini, apalagi para petani yang terjerat dengan kredit di bank. Jika harga TBS terus merosot, bagaimana halnya dengan agunan yang mereka taruh di bank, pasti pihak bank akan menyita agunan tersebut,” ujarnya.

Atas persoalan ini, kata Munawir, IMM berharap tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan kesempatan di tengah morat-maritnya harga TBS, terutama bagi mereka yang memiliki modal besar untuk membeli lahan perkebunan petani.

“Di sini kita sangat berharap tidak ada yang memanfaatkan situasi, jangan sampai ada pihak-pihak yang memiliki modal besar terus dengan semena-mena ingin membeli lahan perkebunan petani yang sedang dilanda kemerosotan harga TBS,” katanya.

Munawir mengajak agar pemerintah daerah hadir di tengah-tengah masyarakat untuk sama-sama mencari solusi terkait persoalan harga TBS.

“Kita meminta kepada eksekutif dan legislatif agar hadir dalam persoalan ini, jika persoalan ini terus-terusan dibiarkan, yang kita takutkan adalah petani semakin kecewa, dan ada pihak yang memanfaatkan kekecewaan itu, sehingga lahan perkebunan mereka dijual dan nantinya lahan hanya dimiliki oleh segelintir orang saja,” pungkas Munawir.[]

Editor : Ihan Nurdin