Masih Perlukah Kongres KNPI di Aceh, Muhammad MTA Ungkap Sisi Penting yang Dilupakan

Hajatan pemuda yang bernaung dalam wadah Komite Nasional Pemuda Indonesia untuk mengadakan Kongres KNPI XV mendapat sambutan, juga dukungan Pemerintah Aceh.

Tidak tangggung-tanggung, melalui APBA 2018, Pemerintah Aceh mengalokasikan 9,8 miliar untuk mendukung Kongres KNPI XV.

Hanya saja, dibalik dukungan besar itu, tentu terselib harapan dan agenda yang bila mampu dijalankan akan menempatkan pemuda Aceh sebagai pemuda hebat.

Berikut wawancara mendalam aceHTrend dengan Muhammad MTA “membongkar” sisi-sisi Kongres KNPI dan dukungan Pemerintah Aceh.

Muhammad MTA

Bagaimana perkembangan Kongres KNPI XV, apa yang Anda ketehui sebagai penasehat khusus Bidang Polkam?

Tentu yang lebih tahu adalah teman-teman KNPI Aceh. Publik juga banyak yang mengikutinya, dan sayangnya informasi yang tersampaikan sudah tidak utuh lagi, akibatnya malah menyerang, dan akhirnya merusak. Bahkan ada yang eksis melakukan pembunuhan karakter, dalam hal ini kepada Plt Gubernur Aceh.

Bisa diceritakan, bagaimana posisi sebenarnya Pemerintah Aceh terhadap Kongres KNPI VX?

Pemerintah Aceh, jelas mendukung Kongres KNPI XV. Sejak awal publik luas tahu itu, apalagi kawan-kawan di KNPI Aceh. Bapak Irwandi Yusuf, sebagai gubernur aktif kala itu menyatakan sepakat mendukung Kongres KNPI di Aceh, tapi ada syarat dan agenda yang diharapkan, dan ini juga diketahui publik.

Boleh diberitahu ulang apa syarat dan agenda yang diharapkan Pemerintah Aceh kepada pemuda Aceh di KNPI Aceh?

Pemerintah Aceh menginginkan pemuda Aceh dapat menjadi pemersatu KNPI. Dengan kata lKNPI Aceh diharapkan menjadi juru damai yang menyebabkan KNPI bersatu kembali, dan itu diharapkan terjadi di Kongres KNPI XV di Aceh.

Dengan modal sebagai pemersatu itulah, sebagaimana disampaikan oleh Bapak Irwandi Yusuf kala itu, pemuda Aceh dapat memimpin KNPI.

Untuk itu, KNPI Aceh harus lebih dahulu bersatu sehingga dapat menyiapkan ragam agenda kegiatan secara bersama yang merupakan rangkaian dari acara utama yaitu Kongres KNPI XV.

Kenapa mesti dengan syarat rekonsiliasi, bukankah kedua KNPI itu sama-sama berbadan hukum.

Itu dari sisi KNPInya. Dari sisi Pemerintah Aceh jika KNPI bersatu maka kebingungan publik berakhir.

Apa yang dicari Pemerintah Aceh dengan membangun agenda rekonsiliasi KNPI?

Jelas ada yang diharapkan, bukan sekedar dicari ya. Kita ingin, di tanah perdamaian ini, juga menghasilkan perdamaian, apalagi perdamaian bagi kaum muda. Jika KNPI bersatu di Aceh itu maknanya pemuda Aceh adalah pemuda hebat. Hebatkan jika mampu mempersatukan pemuda secara nasional.

Apa sebatas itu?

Oh tidak, Pemerintah Aceh ingin menunjukkan kepada nasional bahwa pemuda Aceh itu bukan pemuda sembarangan. Mereka adalah promotor dan penggerak perdamaian, dan karena itu layak dipertimbangan untuk dipilih menjadi Ketua KNPI. Hebatkan jika pemuda Aceh memimpin KNPI secara nasional?

Bagi Aceh sendiri apa dampaknya jika KNPI yang terbelah bisa bersatu di Aceh?

Jelas sekali ada dampak besar. Kongres KNPI XV akan menjadi wadah promosi Aceh sebagai provinsi yang sudah sepenuhnya aman. Orang-orang di Aceh jangan lagi dicurigai sebagai pemberontak, apalagi pengacau keamanan. KNPI saja bisa kita damaikan, dan karena itu pula kita bisa menjamin keamanan bagi semua pihak.

Adakah hal lain yang ditekankan oleh Irwandi Yusuf saat itu?

Jika terus pecah, lebih baik KNPI tidak ada di Aceh sebab akan menyusahkan rakyat saja.

Sekarang bagaimana, bukankah harapan Pemerintah Aceh agar KNPI Ace bersatu tidak terlihat gejalanya?

Benar, jangankan bersatu, menyampaikan informasi secara utuh ke publik saja gagal, dan malah memproduksi informasi yang condong bersifat pembunuhan karakter terhadap Plt Gubernur Aceh.

Itulah kita sayangkan, sekaligus prihatin. Harusnya kedua pihak dapat lebih mengutamakan rekonsiliasi sehingga dapat melaksanakan kegiatan yang menjadi bagian dari agenda Kongres KNPI XV. Sayang, akhirnya banyak budget yang harus off.

Jadi, apakah Kongres KNPI XV tetap didukung anggarannya?

Tetap didukung. Hanya perlu rasionalisasi saja. Tidak logis lagi kan dengan 9,8 miliar. Cocoknya sebagaimana rasionalisasi dari pihak terkait, sekitar 1 miliar.