Terketuk Karena Postingan di Medsos, Pembuang Bayi Serahkan Diri ke Polisi

Bayi laki-laki yang ditemukan warga sedang dirawat di RSCM Aceh Utara. @aceHTrend/Mulyadi Pasee.

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe- Sepasang anak manusia yang telah terlanjur berhubungan di luar batas, AM (24) dan AS (23), akhirnya menyerahkan diri ke polisi Polsek Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Selasa (11/12/2018). Usai membuang bayi hasil hubungan gelapnya pada Jumat (7/12/2018) mereka membuka media sosial, dan melihat foto sang bayi merah di laman facebook.

Pasangan yang baru terikat tali pernikahan itu adalah warga salah satu gampong di Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. Keduanya nekat membuang bayi yang baru dilahirkan, karena malu dan tak tahu harus berbuat apa, bersebab baru tujuh bulan menikah, sang istri sudah melahirkan.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe Iptu Riski Andrian, kepada aceHTrend mengatakan, kedua pasangan muda yang baru menikah itu datang sendiri ke Polsek Blang Mangat dan mengakui telah bersalah karena membuang bayi mereka di belakang kios milik Razaki, warga Gampong Pondok, yang membuka kiosnya di Mane Kareung, Blang Mangat, Lhokseumawe.

“Mereka menyerahkan diri setelah membaca sejumlah postingan di facebook tentang penemuan bayi di belakang kios warga. Keduanya melakukan itu karena takut ketahuan telah melakukan perbuatan terlarang sebelum menikah,” ujar Riski.

Menurut keterangan Riski, keduanya mengaku sudah menikah pada bulan Juni 2018. Akan tetapi hubungan suami istri sudah dilakukan jauh sebelumnya, sehingga ketika sang perempuan melahirkan, keduanya panik.

Pun demikian, usai membuang bayi, keduanya tidak bisa merasa nyaman. hati mereka gundah gulana, apalagi ketika membuka medsos, wajah darah daging mereka berseliweran di sana, diberitakan oleh media dan dibagikan oleh netizen dengan ragam kalimat. Akhirnya, mereka pun sepakat untuk mengakui ke polisi tentang kekeliruan yang telah diperbuat.

Mereka membuang bayi tersebut setelah melahirkan di Rumah Sakit Kasih Ibu, Kota Lhokseumawe. Polisi pun telah mengkonfirmasi kepada pihak rumah sakit dan melihat rekam mediknya, menurut keterangan dari pihak rumah sakit, pelaku adalah pasien mereka.

“Kita di Reskrim akan menindak perbuatannya dan akan memproses, namun anaknya nanti kita akan mempertimbangkan akan diserahkan kepada orangtua pasangan tersebut atau Dinas Sosial yang bekerja sama dengan Yayasan Panti Asuhan,” Ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Mane Kareung, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, dihebohkan dengan penemuan bayi di belakang kios warga setempat, Jumat (7/12/2018) sekitar pukul 22.30 WIB.

Bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat 3,1 kilogram itu ditemukan hanya dibalut dengan kain batik panjang. Bayi itu awalnya ditemukan oleh Razali warga setempat. Diduga, bayi itu baru lahir beberapa jam sebelum ditemukan.

Editor: Muhajir Juli