Zaini Djalil: 15 Menit yang Penuh Makna

Zaini Djalil (kiri) dan Presiden Joko Widodo, ketika bertemu di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Jumat (14/12/2018)

ACEHTREND.COM, Banda Aceh- Di tengah kesibukan sebagai kepala negara yang sedang mengadakan kunjungan kerja ke Propinsi Aceh, Presiden RI Ir. Joko Widodo, Jumat (14/12/2018) masih menyempatkan diri menemui berbagai pihak. Salah satu yang beruntung bertemu orang nomor satu di Indonesia adalah Zaini Djalil, Ketua DPW Partai NasDem Aceh.

Kepada aceHTrend, Zaini Djalil bercerita, ia dan Presiden Jokowi bertemu pukul 08.00 WIB di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh. Ia mengira bahwa dirinya akan dipanggil oleh Paspampres untuk menemui Presiden. Tapi, ternyata justru Jokowi yang datang menemui Zaini yang sedang duduk di sebuah ruangan yang diset untuk tamu khusus.

“Saya kaget, sembari menunggu dipanggil oleh Paspampres, saya bermain handphone, Tiba-tiba Presiden sudah berdiri di hadapan kami sembari tersenyum dan menyapa,” kata Zaini, menceritakan ulang pengalaman uniknya kepada aceHTrend. Berkali-kali politikus itu tersenyum, mengenang momen unik itu.

Mereka berbincang sekitar 15 menit dalam pertemuan empat mata. Banyak hal yang dibincangkan terkait tentang Aceh dan dinamika perpolitikan nasional. Salah satu yang sangat menarik perhatian Zaini adalah, ketika Presiden mengatakan, walaupun banyak hoax yang dibuat untuk menjatuhkan nama baiknya di mata rakyat, tapi ia tidak mau membalas.

“Ini tahun politik, hoax itu dibuat untuk menjatuhkan martabat saya. Tapi saya tidak boleh membalas, saya tidak ingin rakyat Indonesia gontok-gontokan di arus bawah. Saya ingin rakyat Indonesia bersatu padu,” ujar Presiden Jokwi yang diulang kembali oleh Zaini Djalil.

Kepada Zaini Djalil, Presiden Joko Widodo juga mengajak untuk tetap bekerja keras menjaga perdamaian Aceh. Bagi Jokowi perdamaian yang berhasil diraih adalah sebuah anugerah yang tidak ternilai. Semua pihak harus diajak untuk membangun komitmen menjaga perdamaian, sembari terus membangun Aceh, agar segera bisa menyusul daerah lain yang telah lebih dahulu maju.

Zaini Djalil, selain terkesan dengan materi perbincangan, ia juga menaruh hormat atas bahasa tubuh dan keramahan Jokowi. Sebagai Presiden, Jokowi justru berbincang dengan gaya yang sederhana, santai juga penuh rasa persahabatan.

“Suasananya menjadi santai, beliau begitu santun, sederhana. Kalau bahasa anak sekarang humble. Pancaran mata beliau tergambar kejujuran. Pak Jokowi emang sangat serius ingin membangun Aceh agar secepat mungkin bisa menyusul daerah lain,” imbuh Zaini.